ANALISIS PENGARUH RASIO-RASIO KEUANGAN DALAM MEMPREDIKSI PERUBAHAN LABA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK JAKARTA
ANALISIS PENGARUH RASIO-RASIO KEUANGAN DALAM
MEMPREDIKSI PERUBAHAN LABA PADA PERUSAHAAN
MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR
DI BURSA EFEK JAKARTA
SKRIPSI
Ditulis Oleh :
Nama
: ELVIRA ROZA
Nomor Mahasiswa : 00312300
Jurusan
: Akutansi
JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
YOGYAKARTA
2006
Page 2
PROPOSAL PENELITIAN
Pengaruh Informasi Rasio Keuangan
dalam Memprediksi Perubahan Laba Relatif
disusun dalam rangka menulis skripsi
Oleh :
Nama
: ELVIRA ROZA
Nomor Mahasiswa
: 00312300
Jurusan
: Akutansi
Yogyakarta, ………………………….
Telah disetujui oleh
Dosen Pembimbing,
Dra. Prapti Antarwiyati, M.Si., Ak.
Page 3
MOTTO
“Sesungguhnya yang Ku-gariskan ini adalah jalan-Ku yang lurus, karena itu ikutilah! Dan
janganlah diikuti jalan-jalan yang lain, nanti kamu akan berantakan dari jalan Tuhan.
Begitulah yang diperintahkan Tuhan kepadamu semoga kamu bertaqwa”.
(QS. Al An’Aam: 153)
“Hargailah hidup dalam dirimu sendiri, maka kamu akan memberikannya kepada orang lain.
Berilah hidup kepada orang lain, maka ia akan kembali kepadamu. Hidup itu tidak dapat
bertumbuh kalau disimpan saja ditempat asalnya. Sebaliknya, ia akan senantiasa
diperbaharui kalau dipancarkan, dicurahkan keluar.
(Julius Chandra, 1979)
“Bila ingin mengukur kekuatan diri dengan perbuatan terkecil, adalah sama dengan menakar
samudera hanya dengan melihat butiran-butiran benihnya. Menilai diri dengan ukuran
kegagalan sama dengan menyalahkan musim-musim karena pergantian waktunya”
(Kahlil Gibran)
“Bila kita ingin merasakan kebahagian yang sempurna, berjuanglah dengan disertai do’a.
Karena hanya Tuhan yang akan memberikan anugerah dan jalan terbaik untuk kita. Dan
jadikanlah masa lalu sebagai pengalaman. Jalan kita, untuk menjadi lebih baik.
(Penulis)
v
Page 4
PERSEMBAHAN
Rasa syukur Alhamdulillah kepada Allah SWT
Skripsi ini kupersembahkan dengan tulus hati dan rasa cinta yang paling dalam
Kepada:
Almarhum Papa dan Mama tercinta, Terima Kasih atas kasih sayang, doa, perhatian,
dorongan
dan pengertiannya
Teruntuk adikku Lidya yang kusayangi
dan
yang telah memberikan motivasi dan semangat, sehingga skripsi ini dapat selesai.
Dan
Almamaterku
vi
Page 5
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, atas segala
rahmat dan hidayah-Nya yang telah dilimpahkan kepada kami sehingga dengan
restu-Nya pula skripsi dengan judul “Analisis Pengaruh Rasio-Rasio Keuangan
Dalam Memprediksi Perubahan Laba Pada Perusahaan Manufaktur Yang
Terdaftar Di Bursa Efek Jakarta” dapat diselesaikan dengan baik. Tugas akhir ini
merupakan salah satu prasyarat yang harus dipenuhi oleh mahasiswa dalam
memperoleh gelar Sarjana dari Fakultas Ekonomi Strata 1 (S-1) pada Jurusan
Manajemen Universitas Islam Indonesia Yogyakarta.
Dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih
yang sebesar-besarnya atas petunjuk dan bimbingan yang telah penulis terima
selama melakukan penelitian tugas akhir kepada :
1. Ibu Dra, Prapti Antarwiyati, MSi, Ak selaku dosen pembimbing yang telah
memberikan bimbingan dan dorongan dalam menyusun skripsi ini.
2. Bapak Suwarsono, Drs. MA., selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas
Islam Indonesia Yogyakarta.
3. Ibu Dra. Erna Hidayah, MSI, Ak selaku Ketua Jurusan Ekonomi
Manajemen Universitas Islam Indonesia Yogyakarta.
4. Almarhum Papa, Mama dan Lidya beserta keluargaku tercinta yang telah
memberikan dorongan dan doa restu baik moril maupun materiil selama
kuliah sampai terwujudnya skripsi ini.
vii
Page 6
5. Semua pihak yang telah membantu yang tidak dapat penulis sebutkan satu
per satu.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih jauh dari
sempurna, maka segala kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat penulis
harapkan. Semoga penelitian ini dapat berguna bagi kita semua.
Yogyakarta, April 2006
Penulis
Elvira Roza
viii
Page 7
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL…………………………………………………………………………. i
HALAMAN PERNYATAAN BEBAS PLAGIARISME ………………………. ii
HALAMAN PENGESAHAN…………………………………………………………….. iii
HALAMAN PENGESAHAN UJIAN SKRIPSI …………………………………… iv
HALAMAN MOTTO ……………………………………………………………………….. v
HALAMAN PERSEMBAHAN …………………………………………………………. vi
KATA PENGANTAR ………………………………………………………………………. vii
DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………. ix
DAFTAR TABEL…………………………………………………………………………….. xi
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah……………………………………………….. 1
2.1 Rumusan Masalah ……………………………………………………….. 6
3.1 Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian ………………………. 6
BAB II. LANDASAN TEORI
3.1 Laporan Keuangan ………………………………………………………. 9
2.2. Analisis Rasio Keuangan………………………………………………. 17
2.3 Laba ………………………………………………………………………….. 19
2.4 Hubungan Rasio Keuangan dengan Laba………………………… 21
2.5 Macam-maacam Rasio Keuangan ………………………………….. 21
2.6 Rasio-rasio Keuangan yang Digunakanb dalam Memprediksi
Perubahan Laba ……………………………………………………………. 24
2.7 Penelitian Terdahulu……………………………………………………… 27
BAB III. METODE PENELITIAN
3.1 Data Penelitian……………………………………………………………… 31
3.2 Populasi dan Sampel Penelitian………………………………………. 32
3.3 Metode Pengumpulan Data…………………………………………….. 33
3.4 Operasional Variabel …………………………………………………….. 34
3.5 Teknik Analisis Data …………………………………………………….. 38
ix
Page 8
3.6 Pengujian Hipotesis ……………………………………………………… 40
3.7 Pengujian Asumsi Klasik……………………………………………….. 44
BAB IV. ANALISIS DATA
4.1 Hasil Analisis Stepwise Regresi……………………………………… 47
4.2 Pengujian Hipotesis ………………………………………………………. 56
4.3 Hasil Uji Asumsi Klasik Regresi…………………………………….. 65
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan ………………………………………………………………….. 68
5.2 Saran …………………………………………………………………………… 69
REFERENSI ……………………………………………………………………………………. 70
LAMPIRAN
x
Page 9
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 3.1. Penentuan Sampel Penelitian …………………………………………….. 31
Tabel 3.2. Kriteria Uji Autokorelasi dengan Durbin Watson …………………. 45
Tabel 4.1. Rasio-rasio Keuangan yang Terseleksi untuk Prediksi
Perubahan Laba Pertama Yang akan Datang………………………… 48
Tabel 4.2. Pengaruh Rasio Keuangan Tahun Pertama…………………………… 49
Tabel 4.3. Rasio-rasio Keuangan yang Terseleksi untuk Prediksi
Perubahan Laba Kedua Yang akan Datang…………………………… 51
Tabel 4.4. Pengaruh Rasio Keuangan Tahun Kedua……………………………… 52
Tabel 4.5 Rasio-rasio Keuangan yang Terseleksi untuk Prediksi
Perubahan Laba Ketiga Yang akan Datang ………………………….. 54
Tabel 4.6 Pengaruh Rasio Keuangan Tahun Ketiga …………………………….. 55
Tabel 4.7 Hasil Uji F……………………………………………………………………….. 57
Tabel 4.8 Koefisien Determinan (R
2
)…………………………………………………. 58
Tabel 4.9 Hasil Uji F……………………………………………………………………….. 59
Tabel 4.10 Koefisien Determinan (R
2
)…………………………………………………. 60
Tabel 4.11 Hasil Uji t Tahun Pertama………………………………………………….. 61
Tabel 4.12 Hasil Uji t Tahun Kedua ……………………………………………………. 62
Tabel 4.13 Hasil Uji t Tahun Ketiga ……………………………………………………. 64
Tabel 4.14 Hasil Uji Autokorelasi Durbin Watson ……………………………….. 65
Tabel 4.15 Hasil Uji Rank Spearman…………………………………………………… 66
Tabel 4.14 Pengujian Kemungkinan terjadinya Multikolinearitas……………. 67
xi
Page 10
xii
Page 11
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Akuntansi menghasilkan informasi yang dituangkan dalam bentuk
laporan keuangan. Informasi itu sendiri adalah data atau fakta yang diolah
dan disajikan dengan cara tertentu sehingga mempunyai makna bagi yang
berkepentingan terhadap informasi tersebut. Akuntansi hanyalah
menyediakan aspek informasi tentang satu unit organisasi yaitu informasi
kuantitatif yang dituangkan dalam bentuk laporan keuangan (Suwardjono,
2002,8).
Suatu data akan merupakan informasi bila data tersebut menambah
pengetahuan bagi pembacanya. Secara singkat dapat dikatakan bahwa untuk
menjadi informasi suatu data harus mempunyai nilai informasi. Agar dapat
dikatakan mempunyai nilai dalam pengambilan keputusan, suatu informasi
harus (Suwardjono, 2002;11) :
Menambah pengetahuan pengambil keputusan, baik pengetahuan saat ini
maupun masa yang akan datang.
Menambah keyakinan pemakai informasi mengenai profitabilitas dan
terealisasinya suatu harapan dalam kondisi ketidakpastian (mengurangi
ketidakpastian).
Mengubah keputusan atau prilaku (tindakan).
1
Page 12
2
Laporan keuangan akan menjadi lebih bermanfaat untuk
pengambilan keputusan ekonomi, apabila dengan informasi laporan
keuangan tersebut dapat di prediksi apa yang akan terjadi di masa yang akan
datang. Dengan mengolah lebih lanjut laporan keuangan melalui proses
perbandingan, evaluasi, dan analisis trend akan diperoleh prediksi tentang
apa yang mungkin akan terjadi di masa yang akan datang. Disinilah arti
penting suatu analisis laporan keuangan (Prastowo, 1995;29).
Menurut Hanafi dan Halim (1995;34), karakteristik kualitatif dari
laporan keuangan antara lain adalah relevan dan mempunyai nilai prediksi
serta umpan balik. Informasi yang relevan dapat membantu pemakai laporan
keuangan untuk membentuk harapan dan kesimpulan mengenai hasil-hasil
masa lalu, sekarang, dan masa yang akan datang. Informasi akuntansi
mempunyai nilai prediksi apabila informasi tersebut dapat dipakai untuk
memprediksi lebih akurat berdasarkan informasi masa lalu dan saat
sekarang. Informasi memiliki kemampuan umpan balik apabila informasi
tersebut dapat dipakai untuk mengkonfirmasikan kesimpulan-kesimpulan
tertentu mengenai masa lalu. Informasi yang mempunyai nilai keduanya
(prediksi dan umpan balik) bisa dipakai untuk memprediksi masa mendatang
lebih tepat lagi.
Makna dan kegunaan rasio keuangan dalam praktek bisnis pada
kenyataannya bersifat subjektif, tergantung untuk apa suatu analisis
di lakukan dan dalam konteks apa analisis tersebut diaplikasikan (helfert,
1991).
Page 13
3
Beberapa penelitian yang telah dilakukan berkaitan dengan kegunaan
rasio keuangan antara lain (Jurisly, 2004;3); Menguji kegunaan rasio
keuangan untuk memprediksi kebangkrutan perusahaan (Winakor dan
Smith, 1930; Altman, 1968; Dambolena dan Khoury, 1980; Whittred dan
Zimmer, 1984; Houghton, 1984; Robertson, 1985; Thomson, 1991),
Memprediksi keuntungan saham (O’conner, 1973;Ou dan Penman,
1989;Barlev dan Livnal, 1990), dan memprediksi perubahan laba (Freeman
dkk, 1982; Ou, 1990; Penman, 1992; Machfoedz, 1994; Zainuddin dan
Hartono, 1999).
Berdasarkan uraian diatas, penggunaan rasio keuangan yang
bersumber dari informasi laporan keuangan dapat digunakan sebagai alat
prediksi. Hal tersebut didukung berbagai temuan dari penelitian yang telah
dilakukan, maka penelitian ini dimaksudkan untuk melakukan pengujian
lebih lanjut dan membuktikan temuan-temuan empiris mengenai rasio
keuangan, khususnya yang menyangkut kemampuan rasio keuangan sebagai
alat prediksi.
Posisi keuangan perusahaan dipengaruhi oleh sumber daya yang
dikendalikan, struktur keuangan, likuiditas dan solvabilitas, serta
kemampuan beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Informasi keuangan
perusahaan, terutama probabilitas diperlukan untuk menilai perubahan
potensial sumber ekonomi yang mungkin dikendalikan untuk masa depan,
sehingga dapat memprediksi kapasitas perusahaan dalam menghasilkan kas
Page 14
4
serta untuk merumuskan efektifitas perusahaan dalam memanfaatkan
tambahan sumberdaya.
Hasil penelitian terdahulu menunjukkan berbagai kemampuan rasio
keuangan sebagai alat prediksi perubahan laba sehingga peneliti
menganggap bahwa rasio keuangan yang bersumber dari laporan keuangan
dapat untuk dijadikan alat memprediksi perubahan.
Penelitian ini termotivasi dari penelitian Zakaria (2000) yang
meneliti kegunaan rasio keuangan dalam memprediksi perubahan laba
perusahaan pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di PT.
Bursa Efek Jakarta (BEJ) antara tahun 1995 sampai dengan tahun 1997.
Penelitian Zakaria (2000) menggunakan lima rasio keuangan (Current Ratio,
Debt Ratio, Inventory Turn Over, Total Asset Turn Over, Return On Asset).
Penilaian rasio-rasio keuangan yang menunjukkan hasil cukup signifikan
adalah Current Ratio dan Return On Asset. Dan penelitian Eny Jurisly
(2004) yang meneliti manfaat rasio keuangan untuk memprediksi
perubahan laba dimasa yang akan datang pada perusahaan manufaktur yang
terdaftar di PT. Bursa Efek Jakarta (BEJ) antara tahun 2000 sampai dengan
tahun 2002. Penelitian Eny Jurisly (2004) menggunakan sepuluh rasio
keuangan (Groos Profit to Net Sales, Operating Profit to Profit After Taxes,
Cost of Good Sold to Inventory, Cost of Good Sold to Net Sales, Inventory
Net Sales, Net Sales to Trade Recievables, Net Sales to Quick Assets, Quick
Assets to Inventory, Quick Assets to Total Assets, Profit After Taxes to
Shareholder Equity). Secara simultan rasio diatas berpengaruh signifikan
Page 15
5
dan secara parsial Groos Profit to Net Sales, Cost of Good Sold to Net Sales
Inventory, Net Sales to Quick Assets to Inventory berpengaruh signifikan
terhadap perubahan laba dimasa yang akan datang.
Dalam Penelitian ini penulis ingin meneliti apakah rasio-rasio
keuangan yang diproksikan ke dalam (Groos Profit to Net Sales, Operating
Profit to Profit before Taxes, Cost of Good Sold to Inventory, Cost of Good
Sold to Net Sales, Inventory Net Sales, Net Sales to Trade Recievables, Net
Sales to Quick Assets, Quick Assets to Inventory, Quick Assets to Total
Assets, Working Capital to Total Assets, Working Capital to Net Sales,
Profit before Taxes to Shareholder Equity), dapat digunakan sebagai
prediksi perubahan laba pada periode tahun pertama, tahun kedua, tahun
ketiga dan tahun keempat yang akan datang.
Periode penelitian dalam penelitian ini selama enam periode.
Perusahaan manufaktur merupakan perusahaan yang membuat dan
menghasilkan suatu barang atau produk yang dibutuhkan oleh pihak-pihak
yang membutuhkan, baik yang digunakan sendiri maupun dijual kembali
sehingga mempunyai kesempatan untuk selalu berkembang.
Berdasarkan uraian di atas, maka penelitian ini berjudul ANALISIS
PENGARUH RASIO-RASIO KEUANGAN DALAM MEMPREDIKSI
PERUBAHAN LABA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG
TERDAFTAR DI BURSA EFEK JAKARTA.
Page 16
6
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, peneliti merumuskan
masalah dalam penelitian ini, yaitu apakah rasio-rasio keuangan yang
digunakan dalam penelitian ini dapat digunakan untuk memprediksi
perubahan laba tahun pertama, tahun kedua, tahun ketiga dan tahun keempat
yang akan datang?
1.3. Batasan Masalah
Dalam penelitian ini yang diambil adalah perusahaan Manufaktur
yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) yang mempublikasikan laporan
keuangannnya pada tahun 2000 sampai dengan 2004.
1.4. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang ada dan untuk memberikan bukti
empiris dalam penelitian ini, maka tujuan penelitiannya adalah untuk
mengetahui rasio-rasio keuangan apa saja yang dapat digunakan untuk
memprediksi perubahan laba tahun pertama, tahun kedua, tahun ketiga dan
tahun keempat yang akan datang?
1.5. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian yang dapat diperoleh dari hasil penelitian tentang
analisis pengaruh rasio-rasio keuangan dalam memprediksi perubahan laba,
antara lain :
Page 17
7
1. Bagi penulis, penelitian ini merupakan pelatihan intelektual (intellectual
exercise) yang diharapkan dapat mempertajam daya pikir ilmiah serta
meningkatkan kompetensi keilmuan dalam disiplin yang digeluti.
2. Bagi ilmu pengetahuan, penelitian ini diharapkan akan melengkapi
temuan-temuan empiris di bidang akuntansi bagi kemajuan dan
pengembangannya di masa yang akan datang.
3. Bagi masyarakat bisnis, penelitian ini diharapkan akan memberikan
pengetahuan mutakhir mengenai kegunaan prediktif rasio keuangan
terhadap perubahan laba di masa yang akan datang.
1.6. Sistematika Penulisan
BAB I Pendahuluan
Bab ini berisi latar belakang masalah, perumusan masalah, batasan
masalah, tujuan penalitian, manfaat penelitian, dan sistematika
penulisan.
BAB II Landasan Teori
Bab ini menjelaskan tentang teori-teori yang digunakan sebagai
dasar dalam pembahasan masalah yang dihadapi dan keterangan
tambahan yang diperlukan dalam penelitian yang mencakup telaah
teori dan hasil penelitian terdahulu.
Page 18
8
BAB III Metode Penelitian
Bab ini mencakup objek penelitian, teknik pengambilan sampel,
jenis data, teknik pengumpulan data, pengukuran variabel dan
skala, alat analisis data dan pengujian hipotesis.
BAB IV Analisis Data
Bab ini menyajikan data – data yang berhubungan dengan varibel
penelitian, pengujian data yang dimasukan dalam persamaan
regresi linier berganda dengan menggunakan progran SPSS dan
pembahasan hasil pengujian data- data tersebut.
BAB V Kesimpulan dan Saran
Bab ini berisi kesimpulan hasil penelitian yang dibuat berdasarkan
hasil pembahasan serta saran-saran untuk perbaikan yang dapat
digunakan untuk penelitian selanjutnya.
Page 19
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Laporan Keuangan
2.1.1 Pengertian Laporan Keuangan
Untuk memahami pengertian laporan keuangan, terlebih dahulu
akan dijelaskan pengertian akuntansi karena laporan keuangan berkaitan
erat dengan proses akuntansi. Menurut Hanafi dan Halim (1995),
akuntansi didefinisikan sebagai proses pengidentifikasian, pengukuran,
pencatatan, dan pengkomunikasian informasi ekonomi yang biasa
dipakai untuk penilaian dari pengambilan keputusan oleh pemakai
informasi tersebut. Dari pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan
bahwa laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses akuntansi
dan akuntan bertanggungjawab atas tugas-tugasnya dalam mengelola
semua informasi keuangan yang berhubungan dengan perusahaan dan
membantu dalam pengambilan keputusan.
Menurut Standar Akuntansi Keuangan (IAI 1999), yang dimaksud
dengan laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan,
laporan keuangan yang lengkap biasanya terdiri meliputi neraca, laporan
laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan, catatan-catatan dan
laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari
laporan keuangan. Di samping itu juga termasuk skedul dan informasi
tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut, misalnya informasi
9
Page 20
10
keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan perubahan
harga.
Menurut Riyanto (1995:327), menyatakan bahwa laporan finansial
(financial statement), memberikan ikhtisar tentang keadaan finansial
suatu perusahaan dimana neraca mencerminkan nilai aktiva, utang, dan
modal sendiri pada suatu saat tertentu, dan laporan rugi laba
mencerminkan hasil yang dicapai selama suatu periode tertentu biasanya
meliputi periode satu tahun.
Menurut Zaki Baridwan (2000:14), laporan keuangan merupakan
hasil akhir dari suatu proses pencatatan, yang merupakan suatu
ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun
buku yang bersangkutan. Laporan ini dibuat oleh manajemen dengan
tujuan untuk mempertanggung jawabkan tugas-tugas yang dibebankan
kepadanya oleh para pemilik perusahaan maupun pihak-pihak diluar
perusahaan.
Menurut Munawir (2002), laporan keuangan merupakan alat yang
sangat penting untuk memperoleh informasi sehubungan dengan posisi
keuangan dan hasil-hasil operasi yang telah dicapai perusahaan (emiten).
Informasi tersebut dapat digunakan sebagai dasar pengambilan
keputusan ekonomik, baik bagi manajer maupun pihak luar. Keputusan
yang diambil oleh para pemakai laporan keuangan dari pihak luar adalah
dapat berupa keputusan investasi, pemberian pinjaman, sedangkan
Page 21
11
manajemen adalah dalam pengelolaan perusahaannya untuk
meningkatkan efisiensi dan efektifitas operasi.
2.1.2 Tujuan Laporan Keuangan
Menurut Standar Akuntansi Keuangan (IAI 1999) tujuan laporan
keuangan terdiri dari:
1. Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja
serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat
bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan
ekonomi.
2. Laporan keuangan disusun untuk memenuhi kebutuhan bersama oleh
sebagian besar pemiliknya, yang secara umum menggambarkan
pengaruh keuangan dari kejadian masa lalu.
3. Laporan keuangan juga menunjukan apa yang telah dilakukan
manajemen atau pertanggung jawaban manajemen atas sumber daya
yang dipercayakan padanya.
APB Statement No. 4 (AICPA) menggambarkan tujuan laporan
keuangan dengan membagi menjadi dua tujuan; Tujuan umum adalah
menyajikan laporan posisi keuangan, hasil usaha, dan perubahan posisi
keuangan secara wajar sesuai prinsip akuntansi yang diterima. Tujuan
khusus adalah memberikan informasi tentang kekayaan, kewajiban,
kekayaan bersih, proyeksi laba, perubahan kekayaan dan kewajiban,
serta informasi lainnya yang relevan.
Page 22
12
Menurut Harahap (1994:9), bahwa informasi laporan keuangan
dapat digunakan untuk melakukan prediksi di masa yang akan datang.
Tujuan Laporan keuangan menurut Statement of Financial Accounting
Concept No.1 menyatakan bahwa laporan keuangan sebagai alat untuk
melakukan peramalan (Predictive Ability) dan sebagai alat
pertanggungjawaban pengelolaan perusahaan (Account Ability) (Harahap
1994:18).
Warsidi dan Bambang Agus Pramuka (2000) melalui Statement of
Financial Accounting Concepts No. 2: Qualitative Characteristics of
Accounting Information menyatakan bahwa kualitas yang membedakan
antara informasi yang “lebih baik” (lebih bermanfaat) dengan informasi
yang “kurang baik” (kurang bermanfaat) terutama terletak pada kualitas
relevansi dan keandalannya ditambah dengan beberapa karakteristik
lainnya yang berlaku untuk kualitas tersebut. FASB mendefinisikan
informasi yang relevan sebagai informasi yang akan mengakibatkan
timbulnya perbedaan. Informasi yang relevan dapat memperteguh, atau
sebaliknya, memperlemah pengharapan yang ada. Jadi, relevansi selalu
dikaitkan dengan nilai umpan balik dan nilai prediktif (Smith & Skousen
1994).
Adanya nilai prediktif ini menunjukkan bahwa informasi akuntansi
seperti yang tercantum dalam pelaporan keuangan dapat digunakan oleh
investor sekarang dan investor potensial dalam melakukan prediksi
penerimaan kas dari dividen dan bunga di masa yang akan datang.
Page 23
13
Dividen yang akan diterima oleh investor akan tergantung pada jumlah
laba yang diperoleh perusahaan di masa yang akan datang (Warsidi dan
Pramuka 2000) sehingga prediksi laba perusahaan dengan menggunakan
informasi pelaporan keuangan menjadi sangat penting untuk dilakukan.
2.1.3 Jenis Laporan Keuangan
Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan
keuangan. Laporan keuangan yang lengkap meliputi neraca, laporan laba
rugi, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dengan
berbagai cara seperti, misalnya, sebagai laporan arus kas, atau laporan
arus dana), catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang
merupakan bagian integral dari laporan keuangan. Disamping itu juga
termasuk skedul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan
tersebut (IAI 1999).
Laporan keuangan yang lengkap terdiri dari komponen-komponen
sebagai berikut (IAI 1999):
a. Neraca
Merupakan laporan yang sistematis tentang aktiva, hutang
serta modal dari suatu perusahaan pada saat tertentu. Jadi tujuan
neraca adalah untuk menunjukan posisi keuangan suatu perusahaan
pada suatu tanggal tertentu, biasanya pada waktu dimana buku-buku
ditutup dan ditentukan sisanya pada suatu akhir tahun fiskal atau
tahun kalender, sehingga neraca sering disebut Balance Sheet. Neraca
terdiri dari tiga bagian utama yaitu ;
Page 24
14
Aktiva adalah sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai
akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi di
masa depan diharapkan akan diperoleh prusahaan.
Kewajiban merupakan hutang perusahaan masa kini yang timbul
dari peristiwa masa lalu, penyelesaiannya diharapkan
mengakibatkan arus keluar dari sumber daya perusahaan yang
mengandung manfaat ekonomi.
Ekuitas adalah hak residual atas aktiva perusahaan setelah
dikurangi semua kewajiban.
b. Laporan Laba Rugi
Merupakan laporan yang sistematis tentang penghasilan, biaya
laba-rugi yang diperoleh suatu perusahaan selama periode tertentu.
Laporan laba rugi minimal mencakup pos-pos pendapatan, laba rugi
usaha, beban pinjaman, bagian dari laba atau rugi perusahaan afiliasi
dan asosiasi yang diperlukan menggunakan metode ekuitas, beban
pajak, laba atau rugi dari ekuitas normal perusahaan, pos luar biasa,
hak minoritas, dan laba atau rugi bersih untuk periode berjalan.
c. Laporan Perubahan Ekuitas
Perubahan ekuitas perusahaan menggambarkan peningkatan
atau penurunan aktiva bersih atau kekayaan selama periode
bersangkutan berdasarkan prinsip pengukuran tertentu yang dianut
dan harus diungkapkan dalam laporan keuangan. Laporan perubahan
ekuitas, kecuali untuk perubahan yang berasal dari transaksi dengan
Page 25
15
pemegang saham seperti setoran modal dan pembayaran deviden,
menggambarkan jumlah keuntungan dan kerugian yang berasal dari
kegiatan selama periode bersangkutan.
Perusahaan harus menyajikan laporan perubahan ekuitas
sebagai komponen utama laporan keuangan, yang menunjukan :
Laba atau rugi bersih periode yang bersangkutan.
Setiap pos pendapatan dan beban, keuntungan atau kerugian
beserta jumlahnya yang berdasarkan PSAK terkait diakui secara
langsung dalam ekuitas.
Pengaruh komulatif dari perubahan kebijakan akuntansi dan
perbaikan terhadap kesalahan mendasar sebagai mana diatur dalam
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan terkait.
Transaksi modal dengan pemilik dan distribusi kepada pemilik.
Saldo akumulasi laba atau rugi pada awal dan akhir periode serta
perubahannya.
Rekonsiliasi antara nilai tercatat dari masing-masing jenis modal
saham, agio dan cadangan pada awal dan akhir periode yang
mengungkapkan secara terpisah setiap perubahan.
d. Laporan Aliran Kas
Merupakan suatu laporan keuangan yang menyajikan
informasi aliran kas masuk (keluar) bersih pada periode tertentu,
aliran kas diperlukan terutama untuk mengetahui kemampuan
perusahaan yang sebenarnya untuk memenuhi kewajiban-
Page 26
16
kewajibannya sehingga dapat diketahui adanya perubahan aktiva
lancar dan utang lancar. Jadi titik berat dari laporan ini adalah pada
sumber dan penggunaan modal kerja untuk suatu periode.
e. Catatan Atas Laporan Keuangan
Catatan atas laporan keuangan meliputi penjelasan naratif atau
rincian jumlah yang tertera dalam neraca, laporan laba rugi, laporan
arus kas, dan perubahan ekuitas serta informasi tambahan seperti
kewajiban kontijensi dan komitmen. Catatan atas laporan keuangan
juga mencakup informasi yang diharuskan dan dianjurkan untuk
diungkapkan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
serta pengungkapan-pengungkapan lain yang diperlukan untuk
menghasilkan penyajian laporan keuangan secara wajar.
Catatan atas laporan keuangan harus disajikan secara
sistematis. Setiap pos dalam neraca, laporan laba rugi dan laporan
arus kas harus berkaitan dengan informasi yang terdapat dalam
catatan atas laporan keuangan. Catatan atas laporan keuangan
mengungkapkan:
Informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan
kebijakan akuntansi yang dipilih dan diterapkan terhadap peristiwa
dan transaksi yang penting.
Informasi yang diwajibkan dalam Pernyataan Standar Laporan
Keuangan tetapi tidak disajikan di neraca, laporan laba rugi,
laporan arus kas dan perubahan ekuitas.
Page 27
17
Informasi tambahan yang tidak disajikan dalam laporan keuangan
tetapi diperlukan dalam rangka penyajian secara wajar.
2.2. Analisis Rasio Keuangan
2.2.1. Pengertian Analisis Rasio Keuangan
Menurut Bambang Riyanto (1995), dalam mengadakan
interpretasi dan analisis laporan keuangan suatu perusahaan diperlukan
adanya ukuran yang akan digunakan dalam analisis finansial yang
disebut rasio. Pengertian rasio ini sebenarnya hanyalah alat yang
dinyatakan dalam “aritmatical terms” yang dapat digunakan untuk
menjelaskan hubungan antara dua macan data finansial.
Menurut Parastowo (1995:54), Rasio merupakan teknik analisis
yang paling banyak digunakan. Rasio ini merupakan alat analisis yang
dapat memberikan jalan keluar dan menggambarkan gejala-gejala yang
tampak dari suatu keadaan. Analisis rasio dapat menyingkap hubungan
dan sekaligus menjadi dasar perbandingan yang menunjukan kondisi
dan kecenderungan yang tidak dapat dideteksi bila kita hanya melihat
komponen-komponen rasio itu sendiri. Dalam hubungannya dengan
keputusan yang diambil oleh perusahaan, analisis rasio ini digunakan
untuk menilai efektifitas keputusan yang diambil. Secara umum ada
tiga keputusan penting yang senantiasa diambil oleh setiap perusahaan,
antara lain : keputusan investasi, keputusan pendanaan (financing) dan
keputusan operasional (operating).
Page 28
18
Menurut Alwi (1998:37), Rasio keuangan merupakan alat yang
dinyatakan dalam artian relatif maupun absolut untuk menjelaskan
hubungan tertentu antara angka yang satu dengan yang lain dari suatu
laporan keuangan. Rasio dapat dihitung berdasarkan financial
statement yang meliputi; Balance Sheet atau neraca yang menunjukan
posisi keuangan perusahaan pada saat tertentu dan Income Statement
yang merupakan laporan operasi selama periode tertentu.
2.2.2. Kegunaan Analisis Rasio Keuangan
Analisis rasio tidak hanya berguna bagi pihak intern
perusahaan, tetapi juga bagi pihak luar. Dalam hal ini calon investor
atau kreditur.
Bagi pihak intern (perusahaan), dengan menghitung rasio
tertentu akan diperoleh suatu informasi, kelemahan apa yang sedang
dihadapi dan kekuatan apa yang dimiliki di bidang finansial sehingga
dapat ditentukan cara-cara untuk mengatasinya. Sedangkan bagi calon
investor atau kreditur, dapat dijadikan pegangan apakah akan membeli
saham yang ditawarkan perusahaan dan apakah wajar untuk
memberikan kredit kepada perusahaan yang bersangkutan, ataukah
tidak (Alwi 1998).
Analisis rasio sangat bermanfaat bagi manajemen untuk
perencanaan dan pengevaluasian prestasi atau kinerja perusahaan jika
dibandingkan dengan rata-rata industri, sedangkan bagi kreditor dapat
digunakan untuk memperkirakan potensi resiko yang akan dihadapi
Page 29
19
dikaitkan dengan adanya jaminan kelangsungan pembayaran bunga
dan pengembalian pokok pinjamannya. Analisis rasio juga bermanfaat
bagi para investor dalam mengevaluasi nilai saham dan adanya
jaminan atas keamanan dana yang ditanamkan pada suatu perusahaan
(Munawir 2002).
Menurut Ali Arifin (2002:166) bahwa semakin baik kinerja
emiten maka semakin besar pengaruhnya terhadap kenaikan harga
saham. Begitu juga sebaliknya, semakin menurun kinerja emiten maka
semakin besar kemungkinan merosotnya harga saham yang diterbitkan
dan diperdagangkan.
2.3. Laba
Hampir setiap perusahaan menginginkan laba atau sering disebut juga
dengan keuntungan (profit). Dimana laba itu diperlukan oleh perusahaan
untuk dapat melangsungkan kehidupan perusahaan. Oleh karena itu, agar
perusahaan dapat terus eksis didalam perekonomian maka diharapkan
perusahaan tersebut akan mendapat laba. Pengukuran laba oleh perusahaan
mempunyai fungsi sebagai berikut (Nugroho ;1999):
2.3.1. Laba Sebagai Pengukuran Efisien
Operasi yang efisien dari perusahaan akan mempengaruhi arus
deviden maupun penggunaan modal yang diinvestasikan untuk
menghasilkan arus deviden dimasa yang akan datang. Para pemegang
ekuitas yang sekarang dapat melakukan langkah-langkah yang
Page 30
20
diperlukan untuk memperoleh manajemen baru, jika manajemen yang
sekarang tidak beroperasi secara efisien. Efisien menunjukkan
kemampuan relatif untuk memperoleh keluaran maksimum dengan
sejumlah daya tertentu, misalnya sumber-sumber ekonomi. Efisiensi
juga tergantung pada sasaran perusahaan untuk mengoptimalkan laba
atau untuk memberikan hasil pengembalian yang wajar atau layak atas
investasi, jika modal yang dipakai perusahaan adalah konstan dari
tahun ke tahun, maka angka itu sendiri akan berguna sebagai alat ukur
efisiensi perusahaan.
2.3.2. Laba Sebagai Alat Prediksi
FASB dalam statement of financial consepts No. I menyatakan
bahwa para investor, kreditor dan pihak lainnya ingin menilai proses
arus masuk kas bersih perusahaan, nilai berjalan perusahaan dan nilai
saham perusahaan tergantung pada arus distribusi mendatang yang
diharapkan bagi pemegang saham. Berdasarkan hal ini pemegang
saham yang sekarang dapat memutuskan untuk menjual saham terus
memiliki.
Laba menurut Zaki Baridwan (1996) adalah, kenaikan modal
(aktiva bersih) yang berasal dari transaksi sampingan atau transaksi
yang jarang terjadi dari suatu badan usaha, dan dari semua transaksi
atau kejadian lain yang mempengaruhi badan usaha selama satu
periode kecuali yang timbul dari pendapatan (revenue) atau investasi
Page 31
21
oleh pemilik. Sebagai contoh adalah laba yang timbul dari penjualan
aktiva tetap.
2.4 Hubungan Rasio Keuangan Dengan Laba
Pada dasarnya analisis rasio keuangan itu terdiri dari penelaahan atau
mempelajari hubungan dan kecenderungan (trend) untuk mendapat posisi
keuangan dan hasil operasi serta pertimbangan perusahaan yang
bersangkutan. Sebelum dilakukannya analisis terhadap suatu laporan
keuangan penganalisis haruslah benar-benar dapat memahami laporan
keuangan tersebut. Dalam hal ini teknik analisis yang digunakan adalah
analisis rasio keuangan. Analisis rasio keuangan dilakukan untuk mengetahui
hubungan dari pos-pos tertentu dalam neraca atau laporan rugi-laba secara
individu atau kombinasi dari kedua laporan tersebut.
Sesuai dengan permasalahan yang diangkat maka dilakukan analisis
rasio keuangan terhadap perubahan laba, untuk dapat mengetahui apakah
perhitungan rasio-rasio yang digunakan nantinya dalam perhitungan ini dapat
mempengaruhi perubahan laba.
2.5 Macam-Macam Rasio Keuangan
Menurut Hanafi dan Halim (2000;75-88), rasio-rasio dikelompokan
dalam rasio-rasio likuiditas, rasio-rasio aktivitas, rasio-rasio solvabilitas,
rasio-rasio profitabilitas, dan rasio-rasio nilai pasar.
Page 32
22
Pada dasarnya rasio–rasio dapat dikelompokan kedalam lima macam
kategori, yaitu:
a. Rasio Likuiditas, rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk
memenuhi kewajiban jangka pendeknya yang berupa hutang jangka
pendek dengan menggunakan aktiva lancar yang tersedia. Dua rasio
likuiditas yang sering digunakan adalah :
1. Rasio lancar : Rasio yang mengukur kemampuan perusahaan
memenuhi hutang jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva
lancar.
2. Rasio Quick : Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan
perusahaan dalam memenuhi kewajibannya tanpa memperhitungkan
persediaan.
b. Rasio Aktivitas, rasio aktivitas mengukur sejauh mana efektivitas
penggunaan asset . Ada empat rasio aktivitas yaitu :
1. Rata-rata umur piutang, melihat beberapa lama yang diperlukan untuk
dilunasi piutang (merubah piutang menjadi kas).
2. Perputaran persediaan, menunjukkan kemampuan persediaan berputar
selama satu tahun.
3. Perputaran Aktiva Tetap, mengukur sejauh mana kemampuan
menghasilkan penjualan berdasarkan aktiva tetap yang dimilliki
perusahaan.
4. Perputaran Total Aktiva, menghitung efektivitas penggunaan total
aktiva.
Page 33
23
c. Rasio Solvabilitas, rasio solvabilitas mengukur kemampuan perusahaan
memenuhi kewajiban-kewajiban jangka panjangnya. Ada tiga rasio, yaitu :
1. Rasio total hutang terhadap total asset, rasio ini menghitung seberapa
jauh dana disediakan oleh kreditur.
2. Rasio Time Interest Earned (TIE), rasio ini mengukur kemampuan
perusahaan membayar hutang dengan laba sebelum bunga dan pajak.
3. Rasio Fixed Charge Coverage, rasio ini mengukur kemampuan
perusahaan membayar beben tetap total.
d. Rasio Profitabilitas, rasio ini mengukur kemampuan perusahan dalam
menghasilkan keuntungan pada tingkat penjualan, asset, dan modal saham
tertentu. Ada tiga rasio yaitu :
1. Proft margin, menghitung sejauh mana kemampuan perusahaan
menghasilkan laba bersih pada tingkat penjualan tertentu.
2. Return On Total Asset (ROA), rasio ini mengukur kemampuan
perusahaan menghasilkan laba berdasarkan tingkat asset yang tertentu.
3. Return On Equity (ROE), rasio ini mengukur kemampuan perusahaan
menghasilkan laba berdasarkan modal saham tertentu.
e. Rasio Pasar, Rasio ini mengukur harga pasar relatif terhadap nilai buku.
Ada tiga rasio, yaitu:
1. Price Earning Rasio (PER), melihat harga saham relatif terhadap
earningnya.
2. Dividend Yield, merupakan perbandinagan dividen per lembar saham
terhadap harga pasar saham per lembar.
Page 34
24
3. Rasio Pembayaran Dividen, rasio ini melihat bagian earning yang
dibayarkan sebagai dividen kepada investor.
2.6. Rasio-rasio Keuangan yang Digunakan dalam Memprediksi Perubahan
Laba
Berdasarkan rasio keuangan diatas, ada 12 rasio keuangan yang
digunakan dalam penelitian ini, yaitu;
a. Gross Profit to Net Sales (GPNS)
Rasio ini mengukur seberapa banyak keuntungan bisa diperoleh dari setiap
rupiah penjualan.(Husnan,1998 ;565).
GPNS =
…………………………..(1)
Gross Profit
Sales
b. Operating Profit to Profit Before Taxes (OPPBT)
Rasio yang menunjukkan efisiensi operasi perusahaan baik produk
maupun biaya administrasi. Dengan rasio ini dapat dilihat seberapa besar
rupiah penjualan mampu menghasilkan laba bersih sebelum pajak. Rasio
ini diukur dengan menggunakan instrumen yang digunakan dalam
penelitian Ariani (2004).
OPPBT =
…………………..(2)
OperatingIncome
NetIncomebeforeTaxes
Page 35
25
c. Cost of Good Sold Inventory (CGSI)
Rasio ini menunjukkan kemampuan dana yang tertanam dalam inventori
berputar dalam suatu periode tertentu atau likuiditas dari inventori dan
tendensi untuk adanya overstock (Riyanto, 2001;335).
CGSI =
… ……….………………(3)
CostofGoodSold
Inventories
d. Cost of Good Sold to Net Sales (CGSNS)
Salah satu rasio yang paling umum dalam analisis operasional adalah
perhitungan harga pokok penjualan sebagai presentase dari penjualan
bersih. Rasio ini menunjukkan besaran dari harga pokok penjualan yang
dibeli /diproduksi atau harga pokok dari jasa yang diberikan (Helfert,
1997;73).
CGSNS =
… ..………..………………(4)
CostofGoodSold
NetSales
e. Inventory to Net Sales (INS)
Persediaan tidak akan dapat dinilai secar tepat kecuali bila dilakukan
perhitungan fisik, verifikasi dan penaksiran nilai, langkah terbaik adalah
dengan mengaitkan nilai persediaan yang tercatat dengan penjualan bersih
untuk menilai apakah ada pergeseran nilai setelah suatu periode tertentu
(Helfert, 1997;79).
INS =
………………………………(5)
Inventories
NetSales
Page 36
26
f. Net Sales to Trade Receivabe (NSTR)
Rasio ini menunjukkan kemampuan dana yang tertanam dalam piutang
berputar dalam suatu periode tertentu (Riyanto, 2001;334).
NSTR =
…….…….…………………(6)
NetSales
TradeReceivable
g. Net Sales to Quick Assets (NSQA)
Merupakan alat ukur efisiensi dimana perusahaan menggunakan aktiva
untuk menghasilkan penjualan. Rasio ini diukur dengan menggunakan
instrumen yang digunakan dalam penelitian Ariani (2004).
NSQA =
………..……………………(7)
NetSales
QuickAssets
h. Quick Assets to Inventory (QAI)
Merupakan rasio mengenai susunan harta lancar yang segera dapat diubah
menjadi kas (kas, surat berharga dan piutang ) dibandingkan dengan
persediaan. Rasio ini diukur dengan menggunakan instrumen yang
digunakan dalam penelitian Ariani (2004).
QAI =
….……………………(8)
QuickAssets
Inventories
i. Quick Assets to Total Assets (QATA)
Rasio yang menjelaskan kekayaan perusahaan dengan harta keseluruhan
yang dimiliki perusahaan. Rasio ini diukur dengan menggunakan
instrumen yang digunakan dalam penelitian Ariani (2004).
Page 37
27
QATA =
…….…………………..(9)
QuickAssets
TotalAssets
j. Working Capital to Total Assets (WCTA)
Rasio ini merupakan likuiditas dari total aktiva dan posisi modal kerja
(Riyanto, 2001 ;333)
WCTA =
……………..………………(10)
AktivaLancar-UtangLancar
TotalAktiva
k. Working Capital to Net Sales (WCNS)
Rasio ini menunjukkan kemapuan modal kerja berputar dalam suatu siklus
kas dari perusahaan (Riyanto, 2001,335)
WCNS =
…………….…………(11)
PenjualanNeto
AktivaLancar-UtangLancar
l. Profit Before Taxes to Shareholders Equity (PBTSE)
Rasio ini mengukur hasil pengembalian atas inventasi pemilk dengan
menghubungkan antara laba dengan kekayaan (ekuitas atau investasi
pemegang saham) (Helfert,1997 ;87).
PBTSE =
……………….……….(12)
ProfitBeforeTaxes
ShareholdersEquity
2.7. Penelitian Terdahulu
Penelitian yang menguji rasio keuangan yang lebih komparatif telah
dilakukan oleh Ou dan Penman (1989). Ou dan Penman menguji manfaat
rasio keuangan dalam memprediksi keuntungan saham. Hasil penelitian
dengan menggunakan logit regression model menemukan bukti bahwa
Page 38
28
informasi akuntansi (rasio keuangan) mengandung informasi fundamental
yang tidak tercermin dalam harga saham. Untuk memberikan bukti empiris
lebih lanjut kesimpulan penelitian tersebut, Ou dan Penman melakukan
penelitian secara terpisah yaitu Ou (1990) dan penman (1992). Ou (1990)
menguji kekuatan prediksi dan kandungan informasi dari item data laporan
keuangan selain laba (termasuk komponen laba) dalam meprediksi laba satu
tahun ke depan. Ou menyeleksi 61 rasio keuangan dengan logit model dan
menemukan bahwa angka-angka laporan keuangan perusahaan selain laba
(nonearning accounting numbers) mengandung informasi dalam
memprediksi laba satu tahun ke depan.
Penelitian mengenai analisis laporan keuangan dengan menggunakan
rasio keuangan telah banyak dilakukan dan dikaitkan dengan kemampuan
memprediksi pengambilan keputusan. Penelitian terdahulu antara lain
dilakukan oleh Warsidi dan Bambang Agus Pramuka (2000) yang menguji
kegunaan rasio keuangan untuk memprediksi perubahan laba dimasa yang
akan datang. Warsidi dan Bambang Agus Pramuka menggunakan sampel
random sebanyak 54 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek
Jakarta. Dengan menggunakan metode pemilihan variabel stepwise
regression. Penelitian ini dapat membuktikan bahwa rasio keuangan
(liquidity, solvency, profitability, productifity, equity, investment
intensiveness, indebtness), ternyata dapat digunakan sebagai predictor
perubahan laba dimasa yang akan datang.
Page 39
29
Penelitian Zakaria (2000) yang meneliti kegunaan rasio keuangan
dalam memprediksi perubahan laba perusahaan pada perusahaan makanan
dan minuman yang terdaftar di PT. Bursa Efek Jakarta (BEJ) antara tahun
1995 sampai dengan tahun 1997. Penelitian Zakaria (2000) menggunakan
lima rasio keuangan (Current Ratio, Debt Ratio, Inventory Turn Over, Total
Asset Turn Over, Return On Asset). Penilaian rasio-rasio keuangan yang
menunjukkan hasil cukup signifikan adalah Current Ratio dan Return On
Asset.
Penelitian Eny Jurisly (2004) yang meneliti manfaat rasio
keuangan untuk memprediksi perubahan laba dimasa yang akan datang pada
perusahaan manufaktur yang terdaftar di PT. Bursa Efek Jakarta (BEJ) antara
tahun 1998 sampai dengan tahun 2002. Penelitian Eny Jurisly (2004)
menggunakan sepuluh rasio keuangan (Groos Profit to Net Sales, Operating
Profit to Profit After Taxes, Cost of Good Sold to Inventory, Cost of Good
Sold to Net Sales, Inventory Net Sales, Net Sales to Trade Recievables, Net
Sales to Quick Assets, Quick Assets to Inventory, Quick Assets to Total
Assets, Profit After Taxes to Shareholder Equity). Secara simultan rasio
diatas berpengaruh signifikan dan secara parsial Groos Profit to Net Sales,
Cost of Good Sold to Net Sales Inventory, Net Sales to Quick Assets to
Inventory berpengaruh signifikan terhadap perubahan laba dimasa yang akan
datang.
Page 40
30
Dari beberapa penelitian yang telah diungkapkan diatas, peneliti
mencoba menyusun hipotesis dengan keyakinan bahwa rasio-rasio keuangan
yang digunakan dalam penelitian ini akan berpengaruh terhadap prediksi
perubahan laba.
Hipotesis 1 : Rasio-rasio keuangan dapat digunakan untuk memprediksi
perubahan laba tahun pertama, tahun kedua, tahun ketiga
dan tahun keempat yang akan datang.
Page 41
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Data Penelitian
Sampel yang ada merupakan perusahaan-perusahaan manufaktur yang
terdaftar di Bursa Efek Jakarta dari tahun 2000-2004. Dari data tersebut
diperoleh sampel sebanyak 34 perusahaan yang memenuhi kriteria pemilihan
sampel.
Table 3.1
Penentuan Sampel Penelitian
Keterangan
Listing Memenuhi
Kriteria
Sampel
Total Perusahaan Manufaktur 2000
Total Perusahaan Manufaktur 2001
Total Perusahaan Manufaktur 2000
Total Perusahaan Manufaktur 2001
Total Perusahaan Manufaktur 2002
Total Perusahaan Manufaktur 2004
158
156
158
157
158
165
34
36
34
38
37
38
34
34
34
34
34
34
Jumlah sampel yang diolah (data)
34
Data yang digunakan dari setiap sampel adalah laporan keuangan
tahun 2000 dan 2001 digunakan untuk menghitung perubahan rasio
keuangan. Sedangkan laporan keuangan tahun 2001-2004 digunakan untuk
menghitung perubahan laba. Penelitian ini didasarkan pada data yang tersedia
di Indonesia Capital Market Directory (ICMD).
31
Page 42
32
Data yang digunakan sebagai variabel independen (X) adalah
perubahan rasio keuangan, sedangkan data yang digunakan sebagai variabel
dependen (Y) adalah perubahan laba.
3.2. Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi penelitian ini perusahaan-perusahaan manufaktur yang
terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) tahun 2000 sampai dengan 2004 yang
tercatat dalam Indonesian Capital Market Directory (ICMD). Penulis
mengambil seluruh perusahaan manufaktur yang untuk masing-masing
periode yang dijadikan populasi dalam penelitiaan ini.
Sampel penelitian ditentukan secara Purposive Sampling dengan
tujuan untuk mendapatkan sampel yang representatif sesuai dengan kriteria
yang ditentukan. Purposive Sampling disebut juga judgement sampling,
karena peneliti menggunakan pertimbangan-pertimbangan dengan
memasukkan unsur-unsur tertentu yang dianggap bahwa dengan cara ini
dapat memperoleh informasi yang benar (Soehardi, 2001; 89).
Kriteria yang digunakan untuk memilih sampel adalah sebagai berikut :
1. Perusahaan manukfatur yang mempublikasikan laporan keuangannya
per 31 Desember 2000 sampai dengan 2004 secara berturut-turut ;
2. Selama periode penelitian, perusahaan memperoleh laba. Laba yang
digunakan adalah laba sebelum pajak.
Page 43
33
3.3. Metode Pengumpulan Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu
data yang diperoleh tidak langsung dari sumber (perusahaan) tetapi dari
laporan keuangan perusahaan manufaktur yang telah diaudit oleh auditor dan
terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) tahun 2000 sampai dengan 2004. Data
penelitian ini adalah laba dan rasio keuangan yang tersedia dan dihitung dari
laporan keuangan. Dari laporan keuangan yang masuk ke dalam sampel,
laporan keuangan tahun 2000 dan 2001 digunakan untuk menghitung
perubahan relatif rasio keuangan. Laporan keuangan tahun 2001 sampai
dengan 2004 yang digunakan untuk menghitung perubahan laba.
3.4. Operasional Variabel
3.4 1 Variabel Dependen
Perubahan laba dalam penelitian ini adalah perubahan laba
relatif. Digunakannya angka laba relatif didasari alasan angka laba
tersebut lebih representatif dibandingkan laba obsolut yang
dimaksudkan untuk menghindari pengaruh ukuran perusahaan (Mas’ud
Machfoedz, 1994). Perubahan laba relatif dihitung dengan cara:
APi,t
=
]
1
,
1
,
,
[
−
−
−
ti
ti
ti
P
P
P
……………………………………… (Y)
Page 44
34
di mana :
∆Pi,t
= perubahan laba untuk periode t
Pi,t
= laba absolut pada periode yang dihitung angka perubahannya
Pi,t-1
= laba absolut pada periode satu tahun sebelumnya
I
= data observasi ke-i.
Indikator perubahan laba yang digunakan dalam penelitian ini
adalah laba sebelum pajak .Penggunaan laba sebelum pajak sebagai
indikator perubahan laba dimaksudkan untuk menghindari pengaruh
penggunaan tarif pajak yang berbeda antar periode yang dianalisis.
3.4.2 Variabel Independen
Variabel independen penelitian ini adalah perubahan relatif
rasio keuangan. Alasan penggunaan angka relatif rasio keuangan ini
juga dimaksudkan untuk menghindari pengaruh variasi besaran
perusahaan, sehingga formula penghitungannya adalah:
AFri,t =
1
,
1
,
,
]
[
−
−
−
ti
ti
ti
Fr
Fr
Fr
……………………………… (X)
di mana :
∆Fri,t
= perubahan relatif rasio keuangan untuk periode t
Fri,t
= rasio keuangan pada periode t
Fri,t-1
= rasio keuangan periode t –1
I
= data observasi ke-i.
Page 45
35
Rasio keuangan yang digunakan dalam penelitian ini :
a. Gross Profit to Net Sales (GPNS)
Rasio ini mengukur seberapa banyak keuntungan bisa diperoleh dari
setiap rupiah penjualan.(Husnan,2000 ;565).
GPNS =
……………………. (1)
Gro
Sales
ss Profit
b. Operating Profit to Profit Before Taxes (OPPBT)
Rasio yang menunjukkan efisiensi operasi perusahaan baik produk
maupun biaya administrasi. Dengan rasio ini dapat dilihat seberapa
besar rupiah penjualan mampu menghasilkan laba bersih sebelum
pajak. Rasio ini diukur dengan menggunakan instrumen yang
digunakan dalam penelitian Ariani (2004).
OPPB =
…………………..(2)
OperatingIncome
NetIncomebeforeTaxes
c. Cost of Good Sold Inventory (CGSI)
Rasio ini menunjukkan kemampuan dana yang tertanam dalam
inventori berputar dalam suatu periode tertentu atau likuiditas dari
inventori dan tendensi untuk adanya overstock (Riyanto, 2001;335).
CGSI =
……….………………(3)
CostofGoodSold
Inventories
d. Cost of Good Sold to Net Sales (CGSNS)
Salah satu rasio yang paling umum dalam analisis operasional
adalah perhitungan harga pokok penjualan sebagai presentase dari
Page 46
36
penjualan bersih. Rasio ini menunjukkan besaran dari harga pokok
penjualan yang dibeli /diproduksi atau harga pokok dari jasa yang
diberikan (Helfert, 1997;73).
CGSNS =
… ..………..………………(4)
CostofGoodSold
NetSales
e. Inventory to Net Sales (INS)
Persediaan tidak akan dapat dinilai secara tepat kecuali bila
dilakukan perhitungan fisik, verifikasi dan penaksiran nilai, langkah
terbaik adalah dengan mengaitkan nilai persediaan yang tercatat
dengan penjualan bersih untuk menilai apakah ada pergeseran nilai
setelah suatu periode tertentu (Helfert, 1997;79).
INS =
………………………………(5)
Inventories
NetSales
f. Net Sales to Trade Receivabe (NSTR)
Rasio ini menunjukkan kemampuan dana yang tertanam dalam
piutang berputar dalam suatu periode tertentu (Riyanto, 2001;334).
NSTR =
…….…….…………………(6)
NetSales
TradeReceivable
g. Net Sales to Quick Assets (NSQA)
Merupakan alat ukur efisiensi dimana perusahaan menggunakan
aktiva untuk menghasilkan penjualan. Rasio ini diukur dengan
Page 47
37
menggunakan instrumen yang digunakan dalam penelitian Ariani
(2004).
NSQA =
……….……………………(7)
NetSales
QuickAssets
h. Quick Assets to Inventory (QAI)
Merupakan rasio mengenai susunan harta lancar yang segera dapat
diubah menjadi kas (kas, surat berharga dan piutang ) dibandingkan
dengan persediaan. Rasio ini diukur dengan menggunakan
instrumen yang digunakan dalam penelitian Ariani (2004)
QAI =
….……………………(8)
QuickAssets
Inventories
i. Quick Assets to Total Assets (QATA)
Rasio yang menjelaskan kekayaan perusahaan dengan harta
keseluruhan yang dimiliki perusahaan. Rasio ini diukur dengan
menggunakan instrumen yang digunakan dalam penelitian Ariani
(2004).
QATA =
…….…………………..(9)
QuickAssets
TotalAssets
j. Working Capital to Total Assets (WCTA)
Rasio ini merupakan likuiditas dari total aktiva dan posisi modal
kerja (Riyanto, 2001 ;333)
WCTA =
…………..………………(10)
AktivaLancar-UtangLancar
TotalAktiva
Page 48
38
k. Working Capital to Net Sales (WCNS)
Rasio ini menunjukkan kemapuan modal kerja berputar dalam suatu
siklus kas dari perusahaan (Riyanto, 2001,335)
WCNS =
………..…………(11)
PenjualanNeto
AktivaLancar-UtangLancar
l. Profit Before Taxes to Shareholders Equity (PBTSE)
Rasio ini mengukur hasil pengembalian atas inventasi pemilk
dengan menghubungkan antara laba dengan kekayaan (ekuitas atau
investasi pemegang saham) (Helfert,1997 ;87).
PBTSE =
……….……….(12)
ProfitBeforeTaxes
ShareholdersEquity
3.5 Teknik Analisis Data
3.5.1. Langkah-Langkah Analisis Regresi Stepwise
Metode pemilihan variabel yang digunakan adalah stepwise
regresi dengan kriteria seleksi pada tingkat alpha 5%. Metode stepwise
merupakan salah satu metode yang sering dipakai dalam analisis
regresi. Dalam metode ini variabel yang telah dimasukkan dalam
model regresi bisa dikeluarkan lagi dari model. Metode ini dimulai
dengan memasukkan independen yang mempunyai korelasi paling kuat
dengan variabel dependen, kemudian setiap kali pemasukkan variabel
independen yang lain dilakukan pengujian untuk tetap
memasukkan/mengeluarkan variabel independen (Singgih, 2004
;380).metode stepwise regresi berusaha mencapai kesimpulan yang
Page 49
39
serupa dengan metode backward namun dengan menempuh arah yang
berlawanan, yaitu menyusupkan peubah satu demi satu sampai
diperoleh persamaan regresi yang memuaskan (Draper dan Smith,
1992;293-294).dengan metode ini, rasio-rasio keuangan yang telah
dihitung perubahan relatifnya sebagai variabel bebas diuji tingkat
signifikansi hubungannya dengan perubahan laba.
3.5.2 Persamaan Regresi Linier Berganda
Pada analisis regresi ini menggunakan persamaan umum
regresi linier berganda. Analisis regresi berganda dengan metode
stepwise adalah untuk mengetahui pengaruh antara variabel bebas
denagn variabel terikat yang terseleksi untuk periode penelitian,
dengan persamaan regresinya adalah :
Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + b5X5 + b6X6 + b7X7 +
b8X8 +b9X9 + b10X10 + b11X11 + b12X12 + e
dimana :
∆Pi,t
= Y= Perubahan laba untuk periode t
a
= Konstanta
∆Fri,t1
= X1 = Perubahan relatif rasio Gross Profit to Net Sales
∆Fri,t2
= X2= Perubahan relatif rasio Operating Profit to profit
Before Taxes
∆Fri,t3
= X3 = Perubahan relatif rasio Cost of Good Sold Inventory
∆Fri,t4
= X4 = Perubahan relatif rasio, Cost of Good Sold to Net Sales
∆Fri,t5
= X5 = Perubahan relatif rasio, Inventory to Net Sales
Page 50
40
∆Fri,t6
= X6 = Perubahan relatif rasio, Net Sales to Trade Receivable
∆Fri,t7
= X7 = Perubahan relatif rasio, Net Sales to Quick Assets
∆Fri,t8
= X8 = Perubahan relatif rasio, Quick Assets to Inventory
∆Fri,t9
= X9 = Perubahan relatif rasio, Quick Assets to Total Assets
∆Fri,t10 = X10 = Perubahan relatif rasio, Working Capital to Total Assets
∆Fri,t11 = X11 = Perubahan relatif rasio, Working Capital to Net Sales
∆Fri,t1 2 = X12= Perubahan relatif rasio, Profit Before Taxes to Shareholders
Equity
e
= Kesalahan pengganggu
3.6. Pengujian Hipotesis
Tahap pengujian hipotesis yang dilakukan dalam penelitian ini
adalah dengan menggunakan uji F-test dan t-test statistik dengan pemakaian
program statistik yaitu SPSS for windows versi 10.00.
3.6.1. Uji simultan (F- hitung dan Rē)
Uji F untuk menguji ada tidaknya pengaruh secara bersama-
sama variabel bebas terhadap variabel tergantung. Prosedur yang
dilakukan untuk melakukan uji F adalah:
1). Menentukan hipotesis
Langkah pertama merumuskan hipotesis nol (Ho) bahwa X1, X2,
tidak mempunyai pengaruh terhadap Y, melawan hipotesis
tandingan (H1)bahwa X1, X2 mempunyai pengaruh terhadap Y.
Atau
Page 51
41
Ho
: Rasio-rasio keuangan secara bersama-sama tidak
berpengaruh terhadap perubahan laba.
Ha
: Rasio-rasio keuangan secara bersama-sama berpengaruh
terhadap perubahan laba.
2). Menentukan tingkat signifikasi sebesar 5% dan Degree of freedom
3). Menentukan F- hitung
Menurut Sugiyono (2003), F dapat dicari dengan rumus
sebagai berikut:
F =
h
(
)
(
)1
1
2
2
−
−
−
kn
R
K
R
Yang mana :
F
= nilai F
R2
= koefisien determinasi
K
= jumlah variabel independent
N
= jumlah anggota sampel
4). Membandingkan antara F-hitung dan F-tabel dengan tingkat
signifikansi tertentu (5%) atau
5). Membuat keputusan apabila probabilitas dari F-hitung lebih kecil
daripada tingkat signifikansi tertentu (5%) maka model yang diuji
adalah signifikansi dalam menentukan perubahan laba sebagai
variabel tergantung.
Page 52
42
F-hitung dimasudkan untuk menguji model regresi atas
pengaruh seluruh variabilitas variabel tergantung. Apabila probabilitas
tingkat kesalahan tingkat F- hitung lebih kecil dari tingkat signifikan
tertentu (5%), maka model yang diuji adalah signifikan dalam
menentukan perubahan laba saham sebagai variabel tergantung.
Koefisien korelasi digunakan untuk menguji keterkaitan antara
variabel X1 dan X2 dengan variabel tergantung. Apabila probabilitas
tingkat kesalahan koefisien korelasi lebih kecil dari tingkat signifikan
tertentu (5%), maka terdapat hubungan yang signifikan antara variabel
bebas dan variabel tergantung. Nilai koefisien Rē untuk menunjukkan
prosentase tingkat kebenaran prediksi dari pengujian regresi yang
dilakukan, semakin besar Rē maka semakin besar variasi dan variabel
tersebut dapat dijelaskan oleh variabel yang mempengaruhi atau
koefisien regresi digunakan untuk mengetahui kontribusi variabel
bebas terhadap variabel tergantung.
Untuk melihat seberapa besar pengaruh variabel
independent/bebas dalam menerangkan secara keseluruhan terhadap
variabel dependent/terikat serta pengaruhnya secara potensial dapat
diketahui dari besarnya nilai koefisien determinasi (R2). Menurut
Sugiyono (2003), R2 dapat dicari dengan rumus sebagai berikut:
(
)
(
)2
2
2
1
YY
YY
R
−
∑
−
∑
−
=
Page 53
43
Nilai R2 digunakan untuk mengetahui besarnya sumbangan
variabel bebas yang diteliti terhadap variabel terikat. Jika R2 semakin
besar (mendekati satu), maka sumbangan variabel bebas terhadap
variabel terikat semakin besar. Sebaliknya apabila R2 semakin kecil
(mendekati nol), maka besarnya sembangan variabel bebas terhadap
variabel terikat semakin kecil. Jadi besarnya R2 berada diantara 0 – 1
atau 0 < R2 < 1.
3.6.2. Uji T (Uji secara parsial)
Uji ini digunakan untuk menguji apakah variabel bebas secara
individual berpengaruh terhadap variabel terikat atau tidak (Sugiyono,
1997:215). Hipotesis akan didukung bila signifikan t kurang dari 5 %,
dan hipotesis tidak didukung bila signifikan t lebih dari 5 %.
Adapun prosedur untuk melakukan uji- t yaitu :
1). Langkah pertama merumuskan hipotesis nol (Ho) bahwa X1, X2,
tidak mempunyai pengaruh terhadap Y, melawan hipotesis
tandingan (H1) bahwa X1, X2 mempunyai pengaruh terhadap Y.
Atau
Ho
: Rasio-rasio keuangan secara parsial tidak berpengaruh
terhadap perubahan laba.
Ha
: Rasio-rasio keuangan secara parsial tidak berpengaruh
terhadap perubahan laba.
2). Menentukan tingkat signifikasnsi dengan Degree of Freedom
DoF = n – k -1
Page 54
44
Dimana (n) adalah jumlah observasi dan (k) adalah jumlah variabel
independen.
3). Menghitung t dengan rumus t- hitung = b1/se (b1) adalah
koefisien regresi, se (b1) = s
Rumus untuk menghitung :
1.2
2
1.2
2
1
1
y
y
r
kn
r
t
−
−
−
=
4). Membandingkan t-hitung dan t-tabel dengan tingkat signifikan
tertentu (5%).
5). Membuat keputusan apabila probabilitas tingkat kesalahan t-
hitung lebih kecil dari tingkat signifikansi tertentu (5%) maka
terdapat pengaruh yang signifikansi dari variabel bebas secara
parsial terhadap variabel tergantung.
3.7. Uji Asumsi Klasik
Untuk mengetahui apakah model regresi benar-benar menunjukan
hubungan yang valid dan BLUE (Best Linier Unbias Estimator), maka model
regresi tersebut harus memenuhi asumsi klasik regresi, untuk itu dilakukan
uji : Autokorelasi, Heteroskedastisitas, dan Multikolinearitas.
3.7.1 Pengujian Autokorelasi
Menurut Damonar Gujarati (1993), uji autokorelasi
dimaksudkan untuk mengetahui apakah terjadi korelasi antara anggota-
Page 55
45
anggota dari serangkaian pengamatan yang tersusun dalam rangkaian
waktu (time series) dan dalam rangkaian ruang ( croos sectional).
Tabel 4.13
Hasil Uji Autokorelasi Durbin- Watson
Jenis Autokorelasi
Tingkat
Autokorelasi
Uji
tahun1
Uji
tahun2
Uji
Tahun3
Uji
Tahun4
Ada Autokorelasi
<1,10 Tidak ada kesimpulan 1,10-1,54 Tidak Autokorelasi 1,55-2,46 Tidak ada kesimpulan 2,46-2,90 Ada Autokorelasi >2,91
Sumber :Algifari (1997), M Iqbal(1990),data diolah
3.7.2 Pengujian Heteroskedastisitas
Pengertian Heteroskedastisitas menurut Arif (1993;31) adalah :
Salah satu asumsi pokok dalam model regresi linier klasik adalah
bahwa variabel setiap disturbancae terms yang dibatasi oleh nilai
tertentu mengenai variabel-variabel bebas adalah berbentuk suatu nilai
konstan yang sama dengan σē.
E(μē)=σē i =1,2,3,4,5,………n
Cara mendeteksi heteroskedastisitas dalam penelitian ini dengan
menggunakan metode Rank Korelasi dan Spearman.
Page 56
46
3.7.3 Pengujian Multikolinearitas
Multikolinier merupakan suatu kondisi adanya hubungan linier
diantara variabel-variabel bebas dalam model regresi (Gunawan,
1993;281). Untuk mendeteksi adanya multikolinieritas dapat dilihat
dengan melihat variance inflation factor (VIF) atau tolerance value.
Variabel yang menyebabkan multikolinieritas dapat dideteksi dari nilai
tolerance yang lebih kecil dari 0,1 atau nilai VIF lebih besar dari 10
(Zainuddin dan Hartono, 2001). Apabila hasil analisis menunjukkan
nilai VIF dibawah nilai 10, maka tidak terjadi multikolinieritas.
Page 57
BAB IV
ANALISIS DATA
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui rasio-rasio keuangan apa
saja yang dapat digunakan untuk memprediksi perubahan laba tahun pertama,
tahun kedua, tahun ketiga dan tahun keempat yang akan datang? Data yang
digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari ICMD (Indonesia
Capital Market Directory) pada perusahaan-perusahaan manufaktur yang terdaftar
di Bursa Efek Jakarta dari tahun 2000-2004.
Sesuai dengan permasalahan dan perumusan model yang telah
dikemukakan, serta kepentingan pengujian hipotesis, maka teknik analisis data
yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis regresi berganda dengan
metode stepwise, pengujian hipotesis dengan uji t, pengujian hipotesis dengan uji
F dan uji asumsi klasik.
4.1 Hasil Analisis Stepwise Regresi
4.1.1 Pengaruh antara Rasio-rasio Keuangan Terhadap Prediksi
Perubahan Laba Tahun Pertama Yang Akan Datang
Dari hasil olah data dengan metode pemilihan variabel Stepwise
Regression, maka 12 rasio keuangan yang telah dihitung perubahan
relatifnya untuk tahun 2000-2001 diuji hubungan liniernya dengan
perubahan laba tahun pertama. Perhitungan memakai metode Stepwise
Regression dengan menggunakan software seri program SPSS 10.00
terseleksi 1 variabel rasio keuangan yaitu variabel GPNS, Variabel
47
Page 58
48
GPNS merupakan rasio yang mengukur seberapa banyak keuntungan
bisa diperoleh dari setiap rupiah penjualan. Dengan demikian pada tahun
pertama hanya satu variabel yaitu GPNS yang mempengaruhi perubahan
laba dapat dimasukkan kedalam model regresi, sedangkan 11 rasio
keuangan dikeluarkan dari analisis. Hasil perhitungan ini dapat dilihat
pada tabel 4.1 berikut:
Tabel 4.1
Rasio-rasio keuangan yang terseleksi untuk prediksi
perubahan laba tahun pertama yang akan datang
Variables Entered/Removeda
GPNS
,
Stepwise
(Criteria:
Probabilit
y-of-F-to-e
nter <= ,050, Probabilit y-of-F-to-r emove >=
,100).
Model
1
Variables
Entered
Variables
Removed
Method
Dependent Variable: Perubahan Tahun 1
a.
Sumber : Data diolah, 2006.
Analisis regresi berganda bertujuan untuk mengetahui pengaruh
antara perubahan rasio keuangan dengan perubahan laba tahun pertama
yang akan datang. Hasil pengolahan data dengan model regresi stepwiese
untuk prediksi tahun pertama yang akan datang dapat dilihat pada tabel
4.2 berikut ini :
Page 59
49
Tabel 4.2
Pengaruh Rasio Keuangan Tahun Pertama
Coefficientsa
-7,15E-02
,257
-,279
,782
-2,298
,702
-,501
-3,272
,003
1,000
1,000
(Constant)
GPNS
Model
1
B
Std. Error
Unstandardized
Coefficients
Beta
Standardi
zed
Coefficien
ts
t
Sig.
Tolerance
VIF
Collinearity Statistics
Dependent Variable: Perubahan laba tahun 1
a.
Persamaan yang diperoleh dari perhitungan komputer dengan SPSS
10.00 adalah sebagai berikut :
AEı = -0,0715 – 2,298ΔGPNS + e
Hasil analisis tersebut dapat diinterprestasikan bahwa apabila
tidak ada perubahan pada variabel GPNS, maka perubahan laba satu
tahun yang akan datang akan mengalami penurunan sebesar -0,0715.
Berdasarkan persamaan regresi berganda maka dapat
diinterprestasikan untuk variabel GPNS sebagai berikut:
Koefisien ßı sebesar –2,298 menunjukkan bahwa arah hubungan
variabel AGPNS dengan AEı adalah negatif, artinya apabila GPNS naik
satu satuan maka AEı akan turun sebesar -2,298 dengan asumsi variabel
lain konstan.
Page 60
50
4.1.2 Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Perubahan Laba Tahun
Kedua Yang Akan Datang
Dari hasil olah data dengan metode pemilihan variabel Stepwise
Regression, maka 12 rasio keuangan yang telah dihitung perubahan
relatifnya untuk tahun 2000-2001 diuji hubungan liniernya dengan
perubahan laba tahun kedua. Perhitungan memakai metode Stepwise
Regression dengan menggunakan software seri program SPSS 10.00
terseleksi 3 variabel rasio keuangan yaitu :
a. Variabel GPNS, Variabel GPNS merupakan rasio yang mengukur
seberapa banyak keuntungan bisa diperoleh dari setiap rupiah
penjualan.
b. Variabel INS, variabel INS merupakan rasio yang mengaitkan nilai
persediaan yang tercatat dengan penjualan bersih untuk menilai
apakah ada pergeseran nilai setelah suatu periode tertentu.
c. Variabel NSQA, variabel NSQA merupakan rasio pengukur
efisiensi dimana perusahaan menggunakan aktiva untuk
menghasilkan penjualan.
Dengan demikian pada tahun kedua ada tiga variabel yaitu
variabel GPNS, INS dan NSQA yang mempengaruhi perubahan laba dan
dapat dimasukkan kedalam model regresi, sedangkan 9 rasio keuangan
dikeluarkan dari analisis. Hasil perhitungan ini dapat dilihat pada tabel
4.3 berikut :
Page 61
51
Tabel 4.3
Rasio-rasio keuangan yang terseleksi untuk periode prediksi
perubahan laba tahun kedua yang akan datang
Variables Entered/Removeda
GPNS
,
Stepwise
(Criteria:
Probabilit
y-of-F-to-e
nter <= ,050, Probabilit y-of-F-to-r emove >=
,100).
INS
,
Stepwise
(Criteria:
Probabilit
y-of-F-to-e
nter <= ,050, Probabilit y-of-F-to-r emove >=
,100).
NSQA
,
Stepwise
(Criteria:
Probabilit
y-of-F-to-e
nter <= ,050, Probabilit y-of-F-to-r emove >=
,100).
Model
1
2
3
Variables
Entered
Variables
Removed
Method
Dependent Variable: Perubahan Tahun 2
a.
Sumber : Data diolah, 2006
Analisis Regresi berganda bertujuan untuk mengetahui pengaruh
antara perubahan rasio keuangan dengan perubahan laba tahun kedua
yang akan datang.
Page 62
52
Tabel 4.4
Pengaruh Rasio Keuangan Tahun Kedua
Coefficientsa
-,120
,104
-1,152
,258
-,621
,286
-,359
-2,175
,037
1,000
1,000
-,148
,095
-1,557
,130
-,821
,267
-,474
-3,071
,004
,932
1,073
,384
,134
,443
2,867
,007
,932
1,073
-,212
,085
-2,494
,018
-1,167
,256
-,674
-4,554
,000
,772
1,295
,559
,129
,644
4,345
,000
,770
1,298
-,279
,085
-,490
-3,264
,003
,751
1,331
(Constant)
GPNS
(Constant)
GPNS
INS
(Constant)
GPNS
INS
NSQA
Model
1
2
3
B
Std. Error
Unstandardized
Coefficients
Beta
Standardi
zed
Coefficien
ts
t
Sig.
Tolerance
VIF
Collinearity Statistics
Dependent Variable: Perubahan laba tahun 2
a.
Persamaan yang diperoleh dari perhitungan komputer dengan
SPSS 10.00 adalah sebagai berikut :
∆E2 = -2,212 – 1,167∆GPNS + 0,559∆INS – 0,279∆NSQA + e
Hasil analisis tersebut dapat diinterprestasikan bahwa apabila
tidak ada perubahan pada variabel GPNS, INS, dan NSQA maka
perubahan laba empat tahun yang akan datang akan sebesar -2,212.
Berdasarkan persamaan regresi berganda maka dapat
diinterprestasikan untuk masing-masing variabel sebagai berikut:
1. Koefisien ßı sebesar -1,167 menunjukkan bahwa arah hubungan
variabel AGPNS dengan AE2 adalah negatif, artinya apabila GPNS
naik satu satuan maka AE2 akan turun sebesar -1,167 dengan asumsi
variabel INS, dan NSQA adalah konstan.
Page 63
53
2. Koefisien ß2 sebesar 0,559 menunjukkan bahwa arah hubungan
variabel AINS dengan AE2 adalah positf, artinya apabila INS naik
satu satuan maka AE2 akan naik sebesar 0,559 dengan asumsi
variabel GPNS, dan NSQA adalah konstan.
3. Koefisien ß3 sebesar -0,2793 menunjukkan bahwa arah hubungan
variabel ANSQA dengan AE2 adalah negatif, artinya apabila NSQA
naik satu satuan maka AE2 akan turun sebesar -0,2793 dengan asumsi
variabel GPNS dan INS adalah konstan.
4.1.3 Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Perubahan Laba Tahun
Ketiga Yang Akan Datang
Dari hasil olah data dengan metode pemilihan variabel Stepwise
Regression, maka 12 rasio keuangan yang telah dihitung perubahan
relatifnya untuk tahun 200-2001 diuji hubungan liniernya dengan
perubahan laba tahun ketiga. Perhitungan memakai metode Stepwise
Regression dengan menggunakan software seri program SPSS 10.00
terseleksi 1 variabel rasio keuangan yaitu :
a. Variabel OPPBT, Variabel OPPBT merupakan rasio yang
menunjukkan efisiensi operasi perusahaan baik produk maupun
biaya administrasi. Dengan rasio ini dapat dilihat seberapa besar
rupiah penjualan mampu menghasilkan laba bersih sebelum pajak.
b. Variabel CGSNS, variabel CGSNS merupakan rasio yang
menunjukkan perhitungan harga pokok penjualan sebagai presentase
dari penjualan bersih. Rasio ini menunjukkan besaran dari harga
Page 64
54
pokok penjualan yang dibeli /diproduksi atau harga pokok dari jasa
yang diberikan.
Dengan demikian pada tahun ketiga ada dua variabel yaitu variabel
OPPBT dan CGSNS yang mempengaruhi perubahan laba dan dapat
dimasukkan kedalam model regresi, sedangkan 10 rasio keuangan
dikeluarkan dari analisis. Hasil perhitungan ini dapat dilihat pada tabel
4.5 berikut :
Tabel 4.5
Rasio-rasio keuangan yang terseleksi untuk periode prediksi
perubahan laba tiga tahun yang akan datang
Variables Entered/Removeda
OPPBT
,
Stepwise
(Criteria:
Probabilit
y-of-F-to-e
nter <= ,050, Probabilit y-of-F-to-r emove >=
,100).
CGSNS
,
Stepwise
(Criteria:
Probabilit
y-of-F-to-e
nter <= ,050, Probabilit y-of-F-to-r emove >=
,100).
Model
1
2
Variables
Entered
Variables
Removed
Method
Dependent Variable: Perubahan Tahun 3
a.
Sumber : Data diolah, 2006
Page 65
55
Analisis Regresi berganda bertujuan untuk mengetahui pengaruh
antara perubahan rasio keuangan dengan perubahan laba tahun ketiga
yang akan datang.
Tabel 4.6
Pengaruh Rasio Keuangan Tahun Ketiga
Coefficientsa
,751
,227
3,305
,002
1,310
,430
,474
3,044
,005
1,000
1,000
,868
,213
4,080
,000
1,203
,396
,435
3,035
,005
,990
1,010
1,333
,500
,382
2,665
,012
,990
1,010
(Constant)
OPPBT
(Constant)
OPPBT
CGSNS
Model
1
2
B
Std. Error
Unstandardized
Coefficients
Beta
Standardi
zed
Coefficien
ts
t
Sig.
Tolerance
VIF
Collinearity Statistics
Dependent Variable: Perubahan Tahun 3
a.
Persamaan yang diperoleh dari perhitungan komputer dengan
SPSS 10.0 adalah sebagai berikut :
∆E3 = 0,868 + 1,203∆OPPBT + 1,333∆CGSNS + e
Hasil analisis tersebut dapat diinterprestasikan bahwa apabila
tidak ada perubahan pada variabel OPPBT dan CGSNS maka perubahan
laba tahun ketiga yang akan datang akan sebesar 0,868.
Berdasarkan persamaan regresi berganda maka dapat
diinterprestasikan untuk masing-masing variabel sebagai berikut:
1. Koefisien ßı sebesar 1,203 menunjukkan bahwa arah hubungan
variabel AOPPBT dengan AE3 adalah positif, artinya apabila OPPBT
Page 66
56
naik satu satuan maka AE3 akan naik sebesar 1,203 dengan asumsi
variabel CGSNS adalah konstan.
2. Koefisien ß2 sebesar 1,333 menunjukkan bahwa arah hubungan
variabel ACGSNS dengan AE3 adalah positf, artinya apabila CGSNS
naik satu satuan maka AE3 akan naik sebesar 1,333 dengan asumsi
variabel OPPBT adalah konstan.
4.2 Pengujian Hipotesis
Tahap pengujian hipotesis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah
dengan menggunakan uji F-test dan t-test statistik dengan pemakaian program
statistik yaitu SPSS for windows versi 10.00.
4.2.1 Uji simultan (F- hitung dan Rē)
Sedangkan untuk mengetahui apakah variabel-variabel bebas
yaitu rasio-rasio keuangan secara simultan berpengaruh terhadap
variabel terikat yaitu prediksi perubahan laba digunakan Uji F. Pengujian
hipotesis menggunakan tingkat signifikansi sebesar 0,05 atau 5%.
a. Untuk tahun pertama
Pengujian secara simultan tidak dapat diukur, karena variabel
yang masuk dalam regresi hanya satu variabel.
b. Untuk tahun kedua
Pengujian secara simultan dapat diukur, karena variabel yang
masuk dalam regresi lebih dari satu variabel. Pada tahun kedua ada
tiga variabel yang lolos seleksi dalam analisis regresi stepwise, yaitu :
Page 67
57
variabel GPNS, INS dan NSQA. Hasil uji F ini dapat ditunjukkan
pada tabel 4.7 di bawah ini :
Tabel 4.7
Hasil Uji F
ANOVAd
1,324
1
1,324
4,731
,037a
8,957
32
,280
10,281
33
3,202
2
1,601
7,009
,003b
7,080
31
,228
10,281
33
5,057
3
1,686
9,681
,000c
5,224
30
,174
10,281
33
Regression
Residual
Total
Regression
Residual
Total
Regression
Residual
Total
Model
1
2
3
Sum of
Squares
df
Mean Square
F
Sig.
Predictors: (Constant), GPNS
a.
Predictors: (Constant), GPNS, INS
b.
Predictors: (Constant), GPNS, INS, NSQA
c.
Dependent Variable: Perubahan laba tahun 2
d.
Pengaruh variabel- variabel bebas terhadap variabel terikat
secara simultan bisa diuji dengan uji F. Berdasarkan hasil pengolahan
komputer dengan menggunakan Program SPSS 10.00 menunjukkan
bahwa variabel GPNS, INS, dan NSQA secara bersama-sama
(simultan) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap perubahan
laba pada tahun kedua yang akan datang, hal ini dapat dilihat pada
Tabel 4.7, diperoleh tingkat signifikan F adalah 0,000 yang berarti
lebih kecil dari tingkat signifikansi yang bisa ditoler 0,05. Untuk
menguji ketepatan model ini juga digunakan nilai F-hitung, dari
Tabel 4.7 terlihat bahwa F-hitung (9,681) lebih besar dari pada F-tabel
Page 68
58
(2,922) sehingga juga mendukung bahwa variabel GPNS, INS, dan
NSQA secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap
perubahan laba pada tahun kedua yang akan datang.
Untuk melihat seberapa besar pengaruh variabel
independent/bebas dalam menerangkan secara keseluruhan terhadap
variabel dependent/terikat serta pengaruhnya secara potensial dapat
diketahui dari besarnya nilai koefisien determinasi (R2). Hasil
perhitungan SPSS dapat ditunjukkan seperti pada Tabel 4.8 dibawah
ini :
Tabel 4.8
Koefisien Determinasi (R2)
Model Summaryd
,359a
,129
,102
,529060
,558b
,311
,267
,477890
,701c
,492
,441
,417293
2,307
Model
1
2
3
R
R Square
Adjusted
R Square
Std. Error of
the Estimate
Durbin-W
atson
Predictors: (Constant), GPNS
a.
Predictors: (Constant), GPNS, INS
b.
Predictors: (Constant), GPNS, INS, NSQA
c.
Dependent Variable: Perubahan laba tahun 2
d.
Tabel 4.8 di atas menunjukkan nilai koefisien korelasi
berganda (R) sebesar 0,701 dapat dikatakan bahwa terdapat korelasi
yang kuat antara GPNS, INS dan NSQA dengan perubahan laba pada
tahun kedua yang akan datang di Bursa Efek Jakarta.
Page 69
59
Nilai R square yang diperoleh sebesar 0,492, hal ini berarti
49,2% variasi perubahan laba pada tahun kedua di Bursa Efek Jakarta
dijelaskan oleh variasi dari GPNS, INS dan NSQA. Sedangkan
sisanya sebesar 50,8% dipengaruhi oleh variabel lainnya di luar model
penelitian ini.
c. Untuk tahun kedua
Pengujian secara simultan dapat diukur, karena variabel yang
masuk dalam regresi lebih dari satu variabel. Pada tahun ketiga ada
dua variabel yang lolos seleksi dalam analisis regresi stepwise, yaitu :
variabel OPPBT dan CGSNS. Hasil uji F ini dapat ditunjukkan pada
tabel 4.9 di bawah ini :
Tabel 4.9
Hasil Uji F
ANOVAc
16,171
1
16,171
9,266
,005a
55,850
32
1,745
72,022
33
26,582
2
13,291
9,068
,001b
45,439
31
1,466
72,022
33
Regression
Residual
Total
Regression
Residual
Total
Model
1
2
Sum of
Squares
df
Mean Square
F
Sig.
Predictors: (Constant), OPPBT
a.
Predictors: (Constant), OPPBT, CGSNS
b.
Dependent Variable: Perubahan Tahun 3
c.
Pengaruh variabel- variabel bebas terhadap variabel terikat
secara simultan bisa diuji dengan uji F. Berdasarkan hasil pengolahan
komputer dengan menggunakan Program SPSS 10.00 menunjukkan
Page 70
60
bahwa variabel OPPBT dan CGSNS secara bersama-sama (simultan)
mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap perubahan laba pada
tahun ketiga yang akan datang, hal ini dapat dilihat pada Tabel 4.9,
diperoleh tingkat signifikan F adalah 0,001 yang berarti lebih kecil
dari tingkat signifikansi yang bisa ditoler 0,05. Untuk menguji
ketepatan model ini juga digunakan nilai F-hitung, dari Tabel 4.7
terlihat bahwa F-hitung (9,068) lebih besar dari pada F-tabel (2,911)
sehingga juga mendukung bahwa variabel GPNS, INS, dan NSQA
secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap
perubahan laba pada tahun kedua yang akan datang.
Untuk melihat seberapa besar pengaruh variabel
independent/bebas dalam menerangkan secara keseluruhan terhadap
variabel dependent/terikat serta pengaruhnya secara potensial dapat
diketahui dari besarnya nilai koefisien determinasi (R2). Hasil
perhitungan SPSS dapat ditunjukkan seperti pada Tabel 4.10 dibawah
ini :
Tabel 4.10
Koefisien Determinasi (R2)
Model Summaryc
,474a
,225
,200
1,321106
,608b
,369
,328
1,210696
1,825
Model
1
2
R
R Square
Adjusted
R Square
Std. Error of
the Estimate
Durbin-W
atson
Predictors: (Constant), OPPBT
a.
Predictors: (Constant), OPPBT, CGSNS
b.
Dependent Variable: Perubahan Tahun 3
c.
Page 71
61
Tabel 4.10 di atas menunjukkan nilai koefisien korelasi berganda
(R) sebesar 0,608 dapat dikatakan bahwa terdapat korelasi yang kuat
antara OPPBT dan CGSNS dengan perubahan laba pada tahun ketiga
yang akan datang di Bursa Efek Jakarta.
Nilai R square yang diperoleh sebesar 0,369, hal ini berarti 36,9%
variasi perubahan laba pada tahun kedua di Bursa Efek Jakarta dijelaskan
oleh variasi dari OPPBT dan CGSNS. Sedangkan sisanya sebesar 43,1%
dipengaruhi oleh variabel lainnya di luar model penelitian ini.
4.2.2 Uji T (Uji secara parsial)
a. Tahun Pertama
Pengujian hipotesis ini digunakan Uji t. Uji ini digunakan
untuk mengetahui apakah variabel-variabel bebas yaitu rasio-rasio
keuangan secara parsial berpengaruh terhadap variabel terikat yaitu
prediksi perubahan laba. Pengujian hipotesis menggunakan tingkat
signifikansi sebesar 0,05 atau 5%.
Tabel 4.11
Hasil Uji t pada tahun Pertama
Coefficientsa
-7,15E-02
,257
-,279
,782
-2,298
,702
-,501
-3,272
,003
1,000
1,000
(Constant)
GPNS
Model
1
B
Std. Error
Unstandardized
Coefficients
Beta
Standardi
zed
Coefficien
ts
t
Sig.
Tolerance
VIF
Collinearity Statistics
Dependent Variable: Perubahan laba tahun 1
a.
Page 72
62
Berdasarkan tabel diatas diperoleh tingkat signifikan 5% atau
0,05 selama hasil signifikan t kurang dari atau sama dengan 0,05 maka
hasil tersebut signifikan. Hasil pengujian ini dapat dilihat pada Tabel
4.11 menunjukkan bahwa signifikan t GPNS secara signifikan
mempengaruhi perubahan laba pada tahun pertama yang akan datang,
karena tingkat signifikansinya 0,003 yang berarti kurang dari 0,05.
Dengan demikian GPNS dapat digunakan sebagai model prediksi
perubahan laba satu tahun yang akan datang.
b. Tahun Kedua
Tabel 4.12
Hasil Uji t pada tahun Kedua
Coefficientsa
-,120
,104
-1,152
,258
-,621
,286
-,359
-2,175
,037
1,000
1,000
-,148
,095
-1,557
,130
-,821
,267
-,474
-3,071
,004
,932
1,073
,384
,134
,443
2,867
,007
,932
1,073
-,212
,085
-2,494
,018
-1,167
,256
-,674
-4,554
,000
,772
1,295
,559
,129
,644
4,345
,000
,770
1,298
-,279
,085
-,490
-3,264
,003
,751
1,331
(Constant)
GPNS
(Constant)
GPNS
INS
(Constant)
GPNS
INS
NSQA
Model
1
2
3
B
Std. Error
Unstandardized
Coefficients
Beta
Standardi
zed
Coefficien
ts
t
Sig.
Tolerance
VIF
Collinearity Statistics
Dependent Variable: Perubahan laba tahun 2
a.
Berdasarkan tabel 4.12 diatas diperoleh tingkat signifikan
di bawah 5% atau 0,05% dan selama hasil signifikan t kurang dari atau
sama dengan 0,05 maka hasil tersebut signifikan. Hasil pengujian ini
Page 73
63
dapat dilihat pada Tabel 4.12 menunjukkan bahwa signifikan t GPNS
= 0,000 secara signifikan mempengaruhi perubahan laba tahun kedua
yang akan datang, karena tingkat signifikansinya kurang dari 0,05.
Dengan demikian GPNS dapat digunakan sebagai model prediksi
perubahan laba tahun kedua yang akan datang. Kemampuan GPNS
memprediksi perubahan laba dimasa yang akan datang bermanfaat
bagi investor atau calon investor untuk melakukan investasi pada
perusahaan, karena dengan kemampuan perusahaan dalam memenuhi
keuntungan yang ingin diperolehnya dapat terpenuhi, berarti
perusahaan dalam keadaan profit.
Signifikan t INS = 0,000 secara signifikan mempengaruhi
perubahan laba tahun kedua yang akan datang, karena tingkat
signifikansinya kurang dari 0,05. Dengan demikian INS dapat
digunakan sebagai model prediksi perubahan laba tahun kedua yang
akan datang. Penjelasan dengan variabel INS adalah perusahaan masih
konstan atau mengalami pergeseran nilai setelah periode tertentu.
Signifikan t NSQA = 0,003 secara signifikan mempengaruhi
perubahan laba tahun kedua yang akan datang, karena tingkat
signifikansinya yang kurang dari 0,05. Dengan demikian NSQA dapat
digunakan sebagai model prediksi perubahan laba tahun kedua yang
akan datang. Kemampuan NSQA memprediksi perubahan laba dimasa
yang akan datang bermanfaat bagi investor atau calon investor untuk
Page 74
64
melakukan investasi pada perusahaan, karena dengan efisiensi
perusahaan menunjukkan operasi perusahaan itu baik.
c. Tahun Ketiga
Tabel 4.13
Hasil Uji t pada tahun Ketiga
Coefficientsa
,751
,227
3,305
,002
1,310
,430
,474
3,044
,005
1,000
1,000
,868
,213
4,080
,000
1,203
,396
,435
3,035
,005
,990
1,010
1,333
,500
,382
2,665
,012
,990
1,010
(Constant)
OPPBT
(Constant)
OPPBT
CGSNS
Model
1
2
B
Std. Error
Unstandardized
Coefficients
Beta
Standardi
zed
Coefficien
ts
t
Sig.
Tolerance
VIF
Collinearity Statistics
Dependent Variable: Perubahan Tahun 3
a.
Berdasarkan tabel diatas diperoleh tingkat signifikan 5% atau
0,05% selama hasil signifikan t kurang dari atau sama dengan 0,05
maka hasil tersebut signifikan. Hasil pengujian ini dapat dilihat pada
Tabel 4.8 menunjukkan bahwa signifikan t OPPBT = 0,05 secara
signifikan mempengaruhi perubahan laba tahun ketiga yang akan
datang, karena tingkat signifikansinya kurang dari 0,05. Dengan
demikian OPPBT dapat digunakan sebagai model prediksi perubahan
laba tahun ketiga yang akan datang. Kemampuan OPPBT memprediksi
perubahan laba dimasa yang akan datang bermanfaat bagi investor atau
calon investor untuk melakukan investasi pada perusahaan, karena
dengan kemampuan perusahaan dalam menunjukkan efisiensi operasi
perusahaan baik produk maupun biaya administrasi dan besarnya
Page 75
65
rupiah penjualan yang mampu menghasilkan laba bersih sebelum
pajak, berarti perusahaan dalam keadaan sehat.
Signifikan t CGSNS = 0,012 secara signifikan mempengaruhi
perubahan laba tahun ketiga yang akan datang, karena tingkat
signifikansinya kurang dari 0,05. Dengan demikian CGSNS dapat
digunakan sebagai model prediksi perubahan laba tahun ketiga yang
akan datang. Kemampuan CGSNS memprediksi perubahan laba
dimasa yang akan datang bermanfaat bagi investor atau calon investor
untuk melakukan investasi pada perusahaan.
4.3. Hasil Uji Asumsi Klasik Regresi
Model regresi yang digunakan akan benar-benar menunjukkan
hubungan yang signifikan dan representatif, untuk itu model regresi harus
memenuhi asumsi dasar klasik regresi. Ringkasan hasil uji asumsi klasik
regresi dapat dijelaskan sebagai berikut :
4.3.1 Autokorelasi
Tabel 4.14
Hasil Uji Autokorelasi Durbin-Watson
Jenis Autokorelasi
Tingkat
Autokorelasi
Tahun
pertama
Tahun
kedua
Tahun
ketiga
Ada Autokorelasi
<1,10 Tidak ada kesimpulan 1,10-1,54 Tidak Autokorelasi 1,55-2,46 1,918 2,307 1,825 Tidak ada kesimpulan 2,46-2,90 Ada Autokorelasi >2,91
Sumber :Algifari (1997), M Iqbal(1990),data diolah, 2006
Page 76
66
Dari Tabel 4.14 dapat disimpulkan bahwa pengujian autokorelasi prediksi
tahun pertama sampai tahun ketiga menunjukkan hasil tidak mengandung
autokorelasi karena hasil uji autokorelasi terletak diantara 1,55 dengan 2,46.
4.3.2 Heterokedastisitas
Tabel 4.15
Hasil Uji Rank Sperman
Variabel Bebas Residual
P-value
Keterangan
Tahun pertama
GPNS
0,317
0,067
Tidak terjadi Heterokedastisitas
Tahun kedua
GPNS
INS
NSQA
0,052
-0,010
-0,088
0,771
0,954
0,619
Tidak terjadi Heterokedastisitas
Tidak terjadi Heterokedastisitas
Tidak terjadi Heterokedastisitas
Tahun ketiga
OPPBT
CGSNS
0,022
-0,216
0,902
0,221
Tidak terjadi Heterokedastisitas
Tidak terjadi Heterokedastisitas
Dari Tabel 4.15 menunjukkan bahwa rasio keuangan yang terseleksi
mempunyai p-value lebih besar dari tingkat signifikan yang ditolerir 0,05. ini
menunjukkan bahwa rasio-rasio keuangan tersebut tidak terjadi
heterokedastisitas.
Page 77
67
4.3.3 Multikolinieritas
Tabel 4.16
Hasil Pengujian kemungkinan Terjadinya Multikolinearitas
Variabel
Bebas
Tolerance
Value
VIF
Keterangan
Tahun pertama
GPNS
1,000 1,000 Tidak Terjadi Multikolinieritas
Tahun kedua
GPNS
INS
NSQA
0,772
0,770
0,751
1,295
1,298
1,331
Tidak Terjadi Multikolinieritas
Tidak Terjadi Multikolinieritas
Tidak Terjadi Multikolinieritas
Tahun ketiga
OPPBT
CGSNS
0,990
0,990
1,010
1,010
Tidak Terjadi Multikolinieritas
Tidak Terjadi Multikolinieritas
Dari hasil pengujian tersebut tampak bahwa rasio-rasio keuangan yang
terseleksi mempunyai tolerance value lebih besar dari 0,1 dengan nilai VIF
kurang dari 10, ini menunjukkan bahwa tidak terjadi hubungan linier diantara
variabel-varibel bebas dalam model regresi.
Page 78
68
Page 79
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan pada bab IV, ada
beberapa hal yang dapat disimpulkan yaitu:
1. Tidak semua variabel dapat digunakan untuk memprediksi perubahan laba.
Hal ini karena tidak semua variabel lolos seleksi, varaibel-variabel tersebut
adalah :
a. Untuk tahun pertama hanya satu variabel yaitu variabel GPNS (Rasio
ini mengukur seberapa banyak keuntungan bisa diperoleh dari setiap
rupiah penjualan)
b. Untuk tahun kedua tiga variabel yaitu variabel GPNS (Rasio ini
mengukur seberapa banyak keuntungan bisa diperoleh dari setiap
rupiah penjualan), INS (untuk menilai apakah ada pergeseran nilai
setelah suatu periode tertentu) dan NSQA (Merupakan alat ukur
efisiensi dimana perusahaan menggunakan aktiva untuk menghasilkan
penjualan)
c. Dan untuk tahun ketiga hanya dua variabel yaitu variabel OPPBT
(Rasio yang menunjukkan efisiensi operasi perusahaan baik produk
maupun biaya administrasi) dan CGSNS (Rasio ini menunjukkan
besaran dari harga pokok penjualan yang dibeli /diproduksi atau harga
pokok dari jasa yang diberikan).
68
Page 80
69
2. Pengaruh secara simultan terjadi pada prediksi tahun kedua, yaitu ada tiga
variabel yang secara bersama-sama berpengaruh terhadap prediksi
perubahan laba. Variabel tersebut adalah variabel GPNS (Gross Profit to
Net Sales), variabel INS (Inventory to Net Sales) dan variabel NSQA (Net
Sales to Quick Assets).
5.2 Saran
Dari hasil analisis pembahasan serta beberapa kesimpulan tersebut
di atas maka penulis memberikan saran sebagai berikut:
1. Pihak perusahaan harus mengetahui rasio-rasio keuangan apa saja yang
berguna atau mempengaruhi dalam memprediksi perubahan laba di tahun
yang akan datang, karena ini sangat penting bagi perusahaan untuk
mengetahui kondisi keuangannya, sebab hal ini juga akan mempengaruhi
pihak investor untuk berinvestasi.
2. Para emiten hendaknya dapat memberikan laporan keuangannya secara riil
dan tepat waktu, sehingga informasi yang diberikan dapat digunakan
investor untuk memperoleh gambaran nyata prospek perusahaan di masa
yang akan datang.
3. Penelitian selanjutnya hendaknya dilakukan penambahan variabel-variabel
selain variabel yang telah diteliti seperti rasio keuangan Current Liabilties
to Shareholders equity,Total liabilities to Shareholders equity dan profit
After Taxes to Net Sales, rasio-rasio tersebut menghubungkan antara
hutang dengan kekayaan ( Equitas atau Investasi pemegang saham ),
Page 81
70
mungkin rasio-rasio tersebut mampu memprediksi perubahan laba dimasa
yang akan datang sehingga bermanfaat bagi investor dan calon investor.
4. Jumlah sampel yang digunakan hendaknya lebih diperbesar dengan
periode pengamatan yang lebih panjang sehingga hasilnya dapat
digeneralisasikan dan memiliki kecenderungan dalam jangka panjang.
Page 82
REFERENSI
Algifari. 2000. Analisis Regresi. Jilid 1. Edisi ke-2. BPFE. Yogyakarta.
Ariani, 2004 . kegunaan Rasio –rasio keuangan dalm memprediksi perubahan laba
dimasa yang akan datang pada perusahaan manufaktur tahun 1997-2001.Skripsi
Sarjana Akuntansi UPN Veteran. Yogyakarta
Ali, A. 2002 :166, The Incremental Information Content of Earnings, Working Capital
from Operation, and Cash Flows, Jounal of Accounting Research.
Alwi, Syafaruddin. 1998. Alat-Alat Analisis Dalam Pembelanjaan. Bagian penerbitan
FE UII. Yogyakarta.
Enny, Jurisy. 2004. Pengaruh Rasio Keuangan Dalam Memprediksi Perubahan Laba
Pada Perusahaan Manufaktur Yang terdaftar Di BEJ. Skripsi Sarjana Akuntansi
UPN Veteran. Yogyakarta.
Gujarati, D. 1996. Ekonometrika Dasar . Cetakan ke-6. Erlangga. Jakarta.
Hanafi, M. dan Halim, A. 1995. Analisis Laporan Keuangan. UPP AMP YKPN.
Yogyakarta.
Harahap, Sofyan. S. 1994. Teori Akuntansi Laporan Keuangan. Bumi Aksara. Jakarta.
Helfert, E.A, 1991, Analisis Laporan Keuangan (Herman Wibowo), Edisi Ketujuh,
Jakarta : Penerbit Erlangga
___________1997, Analisis Laporan Keuangan (Herman Wibowo), Edisi Kedelapan,
Jakarta : Penerbit Erlangga.
Husnan, Suad. dan Pudjiastuti, E. 1993. Dasar-Dasar Teori Portofolio. BPFE.
Yogyakarta.
___________ . 2004. Indonesian Capital Market Directory. Bursa Efek Jakarta.
Ikatan Akuntansi Indonesia. 1999. Standar Akuntansi Indonesia. Buku Satu. Salemba
Empat. Jakarta.
Mas’oed Machyfoedz. 1994. Financial Ratios Analisys and the Earning Change in
Indonesia. Kelola, No 114-137.
Munawir, S. 2002. Analisis Informasi Keuangan. Edisi pertama. Liberty. Yogyakarta.
Parastowo, Dwi. 1995. Analisis Laporan Keuangan. UPP AMP YKPN. Yogyakarta.
Riyanto, B. 1995. Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan. Edisi keempat. BPFE.
Yogyakarta.
Singgih Santosa, 2004, Buku Latihan SPSS Statistik Parametrik,Cetakan kedua , Jakarta
: Penerbit PT Elex Media Kompindo.
Suwardjono. 2002. Akuntansi Pengantar. Edisi ketiga. BPFE. Yogyakarta
Warsidi, Bambang. dan Agus, Pramuka. 2000. Evaluasi Kegunaan Rasio Keuangan
dalam Memprediksi Perubahan Laba di Masa yang Akan Datang: Suatu Studi
Empiris pada Perusahaan yang Terdaftar di BEJ. Jurnal Akuntansi. Manajemen
dan Ekonomi Vol. 2 No. 1 Tahun 2000.
Zakaria, 2000. kegunaan rasio keuangan dalam memprediksi perubahan laba pada
perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ)
tahun 1995 sampai dengan tahun 1997.
Zaki Baridwan,2000, Intermediate Accounting, Yogyakarta : BPFE UGM
Zainuddin dan J. Hartono, 1999. Manfaat Rasio Keuangan dalam memprediksi
pertumbuhan Laba. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia.
71

Bagus, tapi kenapa teksnya center semua… jadi kurang bisa dimengerti …